Jalur Perlintasan Tertimbun Longsor, Empat KA Tertahan di Garut

Kristiadi
22/11/2017 21:13
Jalur Perlintasan Tertimbun Longsor, Empat KA Tertahan di Garut
(MI/ERIEZ)

HUJAN deras yang membawa material tanah longsor terjadi di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengakibatkan empat kereta api tertahan di KM 231. Salah satunya KA Malabar yang tertahan di kawasan Bumiwaluya, Cipeundeuy.

Tim dari Daop 2 Bandung dibantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan TNI sedang melakukan proses pembersihan lumpur di lokasi tersebut.

Kepala Humas Daop 2 Bandung, Joni Martinus, mengatakan, pihaknya sedang melakukan upaya pembersihan material tanah longsor yang menutup perlintasan kereta di KM 231. Akibat dari bencana longsor itu, KA Malabar terhenti di Bumi Waluya dan mengakibatkan tiga kereta lainnya yakni, Mutiara Selatan, Argo Wilis, dan Kahuripan, tertahan dan tidak bisa melintasi jalur tersebut.

"Kami telah menerjunkan tim untuk pembersihan jalur yang dilakukan pada pukul 19.30 WIB, karena Stasiun Cipendeuy, Garut, juga sempat terendam banjir. Material tanah longsor menutup perlintasan kereta api hingga tiga kereta api terhenti. Sementara pembersihan terus dilakukan oleh petugas gabungan agar perjalanan kereta bisa dilalui kembali. Sejauh ini tidak ada kendala lainnya, tapi yang ada hanya perlintasan tertutup tanah longsor," kata Joni, saat dimintai konfirmasi, Rabu (22/11) malam.

Joni mengungkapkan, tanah longsor yang menutup perlintasan KA berada di sepanjang 30 meter dan sekarang dalam proses pembersihan agar dapat secepatnya dilintasi kembali. Sedangkan KA yang tertahan, yakni Argo Wilis berada di Cirahayu, Malabar di Bumiwaluya, Mutiara Selatan di Cibatu, dan Kahuripan di Cicalengka.

"KA yang tertahan ada 4. Mereka tetap masih menunggu proses pembersihan dilakukan tim. Perlintasan yang tertutup material tanah longsor berada di Kampung Cidahu, Desa Haur Kuning, dan Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut," ujarnya.

Joni berharap proses pembersihan material longsor itu bisa berjalan cepat agar tidak mengganggu perjalanan KA lainnya melalui perlintasan tersebut. Jika proses sudah selesai, ia mengatakan pihaknya akan tetap berjaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi perlintasan.

Camat Malangbong, Teten Sundara, mengatakan, banjir telah menerjang rel di Stasiun Cipeundeuy yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB sesaat setelah hujan deras mengguyur wilayah itu.

"Banjir merendam Stasiun Kereta Api Cipeundeuy, akibatnya jalur kereta terendam air," katanya.

Sedangkan longsoran tanah, kata Teten, terjadi di dua titik jalur rel yaitu di Kampung Cidahu, Desa Haurkuning, dan di Cikarang yang menyebabkan jalur rel tertutup material longsor. Bahkan, lanjut dia, dilaporkan jalur rel yang terdampak longsor tersebut terjadi pergeseran.

"Longsor juga menutup jalur kereta di Kampung Cidahu, Desa Haurkuning, akibatnya rel kereta mengalami pergeseran," katanya. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya