Warga Pesisir Selatan Jual Rastra untuk Penuhi Kebutuhan

Antara
22/11/2017 18:33
Warga Pesisir Selatan Jual Rastra untuk Penuhi Kebutuhan
(ANTARA)

SEJUMLAH warga penerima beras sejahtera (rastra) di Nagari (Desa Adat) Kambang Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, menjual jatah mereka ke pedagang pengumpul untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Berbagai alasan diutarakan oleh masyarakat yang menjual rastra di antaranya tidak mampu menebus harga yang ditetapkan, bisa memanfaatkan uang hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga karena kualitas rastra yang tidak bagus," kata Wali Nagari Kambang Timur, Sondri di Painan, Rabu (22/11).

Kendati demikian, pihaknya memastikan kegiatan jual beli rastra tidak melibatkan perangkat nagari, baik kepala kampung ataupun kader yang ditunjuk dalam pendistribusiannya.

"Hal itu bisa saya pertanggungjawabkan karena walaupun sudah ada kepala kampung ataupun kader yang ditunjuk dalam pendistribusian rastra, kegiatan itu tetap saya pantau," ujarnya.

Ia menyebutkan, praktik jual beli rastra telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir di nagari itu dan marak sejak bulan ini, tetapi ia tidak mengetahui berapa orang penerima rastra yang aktif menjualnya.

Terkait fenomena itu, pihaknya telah beberapa kali mengingatkan masyarakat penerima agar tidak menjualnya namun masih saja membandel. Ke depan, pihaknya berencana mengomunikasikan hal ini ke pejabat terkait apakah yang tindakan masyarakat salah atau sebaliknya.

Di Kambang Timur, terdapat enam kampung dan berpenduduk sekitar 12 ribu jiwa, sementara alokasi rastra sekitar 6,5 ton tiap bulannya.

Ia menambahkan, situasi ini telah diketahui oleh bupati setempat, dan ia mengaku telah menjelaskan duduk persoalannya.

Sementara, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan, akan menindaklanjuti adanya keluhan warga yang berdampak pada dijualnya rastra tersebut. Pihaknya segera menyelidiki penyebab warga di Lengayang menjual beras jatah dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tersebut. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya