Gelombang Tinggi Landa Perairan NTT, Nelayan Diminta Waspada

Palce Amalo
21/11/2017 19:26
Gelombang Tinggi Landa Perairan NTT, Nelayan Diminta Waspada
(MI/Palce Amalo)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengingatkan operator pelayaran mewaspadai gelombang tinggi yang melanda perairan daerah itu mulai, Rabu (22/11) besok.

Tinggi gelombang antara 2 meter hingga 2,5 meter berpotensi melanda perairan utara Flores, Selat Sape, Laut Sawu, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Sumba, dan Samudra Hindia selatan NTT. Sedangkan kecepatan angin mencapai antara 2 hingga 20 kilometer per jam.

"Gelombang maksimum dapat mencapai dua kali tinggi gelombang sesuai ramalan," kata prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Maria Seran, di Kupang, Selasa (21/11).

Menurut Maria, gelombang tinggi, hujan deras, dan petir diprediksi masih berlangsung hingga 24 November. Peringatan BMKG bertujuan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, terutama perahu nelayan dan kapal penumpang.

Selain itu, pada Rabu siang hingga sore berpotensi terjadi hujan disertai petir di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Hujan dengan intensitas sedang melanda Labuan Bajo, dan hujan ringan terjadi di sejumlah wilayah mulai dari Ende, hingga Alor, Lembata, dan kabupaten lainnya di Pulau Timor.

Sementara itu, aktivitas nelayan di perkampungan nelayan Oeba di Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang, belum terganggu ancaman cuaca buruk.

"Nelayan masih berlayar seperti biasa," kata Guntur Dahlan, salah seorang nelayan setempat.

Dahlan mengatakanm nelayan tetap pergi melaut pada Selasa malam dan baru kembali pada dini hari.

"Baru berhenti melaut jika terjadi cuaca buruk di laut," kata dia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya