Gubernur Bersama Tim BNPB Tinjau Korban Banjir Lombok Timur

Yusuf Riaman
21/11/2017 19:16
Gubernur Bersama Tim BNPB Tinjau Korban Banjir Lombok Timur
(ANTARA)

GUBERNUR Nusa Tenggara Barat, KH Muhammad Zainul Majdi, memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum agar segera memperbaiki rumah penduduk yang rusak diterjang banjir termasuk perbaikan infrastruktur.

"Masalah rumah memang krusial sekali, tadi Pak Gubernur memerintahkan Dinas PU untuk mengutamakan pembangunan rumah yang sudah hancur supaya dibangun kembali menjadi rumah layak huni," kata Muhammad Roem, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, kepada Media Indonesia, di Mataram, Selasa (21/11).

Dikatakan Roem, selain membangun kembali rumah penduduk yang rusak diterjang banjir, Gubernur juga memerintahkan supaya segera membangun jembatan darurat agar konektivitas warga antardusun segera dapat berjalan normal kembali. Setidaknya, terdapat empat jembatan yang putus akibat diterjang banjir.

Roem mengungkapkan, Zainul Majdi bersama rombongan termasuk dari BNPB datang meninjau ke lokasi banjir di antaranya ke titik lokasi pengungsian di SD 6 Sepit, Kecamatan Keruak. Di lokasi itu terdapat 21 jiwa yang terpaksa masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka rusak parah akibat diterjang banjir bandang.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTB menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta, berikut perlengkapan sekolah bagi siswa SD, SMP, dan SMA berupa tas, pakaian sekolah, berikut perlengkapan lainnya. Sedangkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan uang sebesar Rp200 juta.

"Bantuan dalam bentuk uang tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan darurat," ujar Roem.

Sejauh ini, BPBD belum bisa merinci seberapa besar kerugian yang ditimbulkan akibat banjir bandang yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Lombok Timur tersebut, lantaran masih dalam penghitungan.

Yang jelas, sebut Roem, akibat banjir tersebut setidaknya ada dua kecamatan yang mengalami dampak terparah yakni di Desa Sepit, Kecamatan Keruak, dan dua lokasi di Kecamatan Jerowaru, salah satunya di Desa Sepapan.

Roem mengatakan, tim di lapangan antara lain BPBD, TNI, Polri bersama warga setempat dan relawan hingga Selasa masih melakukan pembersihan lingkungan dari material, termasuk bahu membahu menguras sumur-sumur penduduk supaya dapat dipergunakan kembali.

Ia menambahkan, dapur umum dan suplai keperluan makan minum warga termasuk air bersih masih tetap dilaksanakan. Tim akan berada di lapangan hingga batas waktu tanggap darurat berakhir 24 November mendatang.

"Namun, masa tanggap darurat bisa saja diperpanjang kembali tergantung kebutuhan di lapangan nantinya," ujarnya. (OL-2).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya