KAHMI Harus Ambil Bagian dalam Era Digitalisasi

17/11/2017 21:07
KAHMI Harus Ambil Bagian dalam Era Digitalisasi
(ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

KETUA Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Hipka), Kamrussamad, mengatakan, KAHMI dapat beradaptasi dalam era digitalisasi saat ini. Salah satunya, lewat kemitraan dengan elemen seperti assosiasi industri kreatif.

"Kemitraan dengan komunitas berbasis industri kreatif menjadi penting terutama juga agar produk wirausaha KAHMI dapat ikut terpasarkan dengan baik," ujar Kamrussamad di sela Musyawarah Nasional Ke-X KAHMI, di Medan, Sumatra Utara, Jumat (17/11).

Pernyataan Kamrussamad mengamini ajakan Presiden Joko Widodo saat membuka Munas ke-10 KAHMI. Presiden mengatakan, masyarakat Indonesia harus bisa mengikuti perkembangan di era digitalisasi yang semua serbacepat saat ini.

"KAHMI bersinergi lah dengan pemerintah untuk menjawab tantangan ke depan. Saat ini, dunia cepat berubah sehingga kita harus cepat pula mengimbanginya," ujar Presiden.

Jokowi juga menegaskan, untuk menggaet investasi tidak selalu berfokus ke negara barat. Investasi dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Indonesia bisa mengajak negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi, untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut Kamrussamad, apa yang dikemukakan Presiden sudah tepat. Karena itu, selain bersinergi, KAHMI juga perlu melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat riset dan pelatihan.

"Sedangkan KAHMI yang di bidang hukum bisnis bisa berkontribusi terkait regulasi era digitalisasi saat ini seperti menyumbang aturan soal fintech," tutur dia.

Sementara, terkait menarik investasi dari luar negeri, lanjut dia, seyogianya ada keseimbangan dari Timur Tengah, Asia Timur, dan Barat. Hal itu mengingat Indonesia merupakan pasar yang besar.

"Tepat bila Presiden mengatakan ada keseimbangan investasi tidak semata dari Barat. Apalagi pertumbuhan Asia kini cukup besar," pungkas Kamrussamad. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya