Kejadian Bencana di Sukabumi Menurun

Benny Bastiandy
19/11/2017 20:46
Kejadian Bencana di Sukabumi Menurun
(ANTARA FOTO/Budiyanto)

JUMLAH kejadian bencana tahun ini di Kota Sukabumi, Jawa Barat, lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Berdasarkan data yang ada, tahun ini sejak Januari hingga Oktober jumlah bencana mencapai 123 kali. Sedangkan pada tahun lalu hingga akhir 2016 mencapai 132 kejadian.

"Untuk November dan Desember tahun ini belum kami rekap. Jika melihat data statistik, kejadian bencana tahun ini hingga Oktober relatif turun
dibandingkan tahun lalu. Tapi mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian bencana di Kota Sukabumi," ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami, di Sukabumi, Minggu (19/11).

Berdasarkan data BPBD Kota Sukabumi, selama Januari hingga Oktober tahun ini dari 123 bencana, tanah longsor masih mendominasi sebanyak 39 kejadian.

Disusul cuaca ekstrem sebanyak 26 kejadian, kebakaran 19, banjir 17, gempa bumi 18, dan angin puting beliung sebanyak 4 kejadian. Sedangkan tahun lalu, bencana tanah longsor juga masih mendominasi sebanyak 44 kejadian, banjir 33, puting beliung 24, kebakaran dan cuaca ekstrem masing-masing 14, serta gempa bumi tiga kejadian.

Jumlah kejadian bencana relatif cukup banyak dibandingkan bulan lainnya terjadi pada April. Pada bulan itu tercatat terjadi sebanyak 36 kali bencana terdiri dari dua kali kebakaran, delapan kali banjir, 17 kali longsor, dua kali gempa bumi, dan tujuh kali cuaca ekstrem.

"Kalau selama Oktober jumlah kejadiannya sebanyak 11 kali bencana terdiri dari kebakaran dua kali, banjir satu kali, tanah longsor satu kali, gempa bumi sebanyak satu kali, dan cuaca ekstrem enam kali," tuturnya.

Zulkarnain belum bisa menentukan hingga kapan tingginya intensitas curah hujan berlangsung. Pasalnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika belum mengeluarkan rilis resmi terjadinya perubahan cuaca saat ini.

"Intinya, masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," jelasnya.

Masyarakat pun selalu diingatkan agar tak membudayakan membuang sampah ke sungai. Pasalnya, bencana banjir di Kota Sukabumi kebanyakan disebabkan meluapnya saluran-saluran air akibat tersumbat sampah.

"Terdapat tiga kecamatan yang berpotensi bencana saat musim hujan ini yakni Gunungpuyuh, Baros, dan Kecamatan Cikole," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya