Tebing Longsor, Jalan Kolonel Masturi Lembang Ditutup Sementara

Depi Gunawan
17/11/2017 18:28
Tebing Longsor, Jalan Kolonel Masturi Lembang Ditutup Sementara
(Dok. MI)

POLSEK Lembang mempertimbangkan akan menutup sementara akses Jalan Kolonel Masturi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, setelah hujan deras menyebabkan longsoran tebing hingga menutup setengah badan jalan raya yang terjadi pada Jumat (17/11) sore.

Kapolsek Lembang, Kompol Rahmat Lubis, menyatakan, pihaknya telah memantau lokasi dan menyatakan jika skala longsoran masih kecil. Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, sejumlah pihak terkait sudah melihat kondisi ke atas tebing.

"Kita sedang di TKP dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lagi dicek dulu ke atas. Kalau memang perlu kita buang material yang cukup banyak, berarti jalan kita tutup sementara," ungkapnya.

Hasil pengecekan sementara di atas tebing, dia mengaku, memang muncul retakan tanah di sekitar tebing. Namun begitu, longsor ini belum mempengaruhi arus lalu lintas di Jalan Kolonel Masturi.

"Lalu lintas masih lancar, tapi hasil pantauan BNPB di atas tebing, katanya, ada tanah yang belah. Namun belahnya belum jelas seberapa meter," katanya.

Dia menyatakan, kepolisian bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi. Diimbau, warga terutama pengguna jalan raya tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan longsor ini ke pihak berwajib.

"Longsoran tanah sudah disingkirkan dari jalan dibantu warga, jadi sangat meringankan petugas di lapangan. Jalan raya bisa dilewati kendaraan bermotor, tetapi kami meminta pengendara tetap berhati-hati," tuturnya.

Seperti diberitakan, longsor tebing di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Keramat, Desa Cikahuripan, Lembang, juga pernah terjadi pada November 2016 hingga menyebabkan sebuah mobil yang berpenumpang empat orang tertimbun material tanah.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Bandung Barat telah menetapkan status siaga bencana yang dimulai sejak 1 November 2017 hingga 1 Mei 2018 merujuk rapat koordinasi yang menyebut intensitas hujan akan terus meningkat dan berpotensi rawan bencana longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bandung Barat, Diki Maulana, mengungkapkan, surat penetapan status siaga telah ditandatangi Bupati Abubakar pada 3 November 2017.

"Penetapan status siaga bencana ini lebih spesifik pada antisipasi bencana banjir dan longsor. Berdasarkan data kami mencatat, sepanjang tahun ini kejadian bencana di Bandung Barat didominasi longsor ketimbang bencana lain," ujar Diki.

Dia mengatakan, pihaknya kerap menerima laporan kejadian longsor meski dalam skala kecil. Frekuensi terjadinya bencana nyaris setiap hari sejak memasuki musim hujan.

"Setiap hari kami terima laporan longsor, tapi penangangannya masih bisa dilakukan secara swadaya dan tak membutuhkan alat berat," tambahnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya