Aksi KKB kembali Memakan Korban

Sri Utami
16/11/2017 07:13
Aksi KKB kembali Memakan Korban
(AFP/JIMI RAHADAT)

AKSI kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali memakan korban. Brigadir Firman, anggota Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua, tewas tertembak kemarin saat tengah berpatroli.

Menurut Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar AM Kamal, aparat terlibat kontak senjata dengan kelompok itu di perbukitan sekitar Mil 69, Kota Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, sekitar pukul 03.50 WIT.

"Anggota kami sedang menyelidiki kejadian penembakan sebelumnya terhadap mobil Freeport yang terjadi pada Selasa (14/11) kemudian ada perlawanan dari KKB sehingga satu anggota gugur," kata Kamal di Timika, kemarin.

Brigadir Firman, 28, tewas akibat kejadian itu, sedangkan rekannya, Bripka Yongky Rumte, terluka di bagian punggung. Setelah dievakuasi, jenazah Firman lalu dikebumikan di tempat permakaman umum di Timika.

Kamal mengatakan ada 12 kali penembakan dalam sebulan terakhir yang mengakibatkan 11 luka dan 1 meninggal dunia.

Para korban luka itu termasuk karyawan Freeport dan warga setempat.

Korban tewas sebelumnya ialah anggota Brimob Detasemen B Timika, Briptu Berry Pramana Putra, pada Minggu (22/10).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan turut berduka atas gugurnya Brigadir Firman dan memastikan almarhum mendapat kenaikan pangkat.

"Kita berikan juga penghargaan kenaikan pangkat anumerta," kata Tito di Jakarta, kemarin.

Kapolri meminta anggota Polri lainnya di Papua agar tidak surut semangat.

"Ini merupakan risiko operasi yang harus ditanggung, apalagi di daerah konflik," kata Tito.

Tito menyatakan Polri kini masih memilih cara persuasif menghadapi KKB.

"Polri tidak menutup kemungkinan melakukan tindakan teknis lain. Namun, ini tidak bisa disampaikan ke publik karena pasti akan didengar mereka juga," ungkap Tito.

Kapolri belum bisa memastikan sampai kapan langkah persuasif itu karena semua keputusan teknis bersifat situasional.

Pertimbangannya ialah kondisi medan yang cukup sulit dan Polri tidak ingin masyarakat menjadi korban.

Daftar DPO

Karopenmas Polri Brigjen Rikwanto kemarin menyatakan pihaknya masih memburu 21 orang di dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait dengan penyanderaan di Tembagapura.

Para buron itu diketahui sudah menguasai perkampungan, seperti Banti dan Kimbely.

"Mereka diduga mengintimidasi dan menghalangi warga yang ingin mencari kebutuhan pokok sehari-hari," kata Rikwanto.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono, mengatakan terus berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Papua mengenai 34 warga Demak yang ikut disandera di Papua.

"Polda Jateng juga berkoordinasi dengan Kodam XVII, Cenderawasih. Kita berharap semua warga bisa diselamatkan," jelas Kapolda di Brebes, kemarin.

Polda Papua sendiri masih menyelidiki kasus hilangnya Martinus Beanal, warga Banti yang hilang sejak Selasa (7/11).

Kemarin, keluarga Martinus membantah berita yang menyebut pria itu tewas dan telah dimakamkan.

"Kami menerima informasi dari warga Tembagapura bahwa Martinus sebetulnya tidak hilang diculik, tetapi kemungkinan menjadi korban salah tembak. Aparat seharusnya mencari tahu apa betul dia tewas ditembak," ungkap adik kandung Martinus, Kristina Beanal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya