Gangguan Keamanan di Mimika Dikhawatirkan Hambat Investasi

Antara
15/11/2017 18:57
Gangguan Keamanan di Mimika Dikhawatirkan Hambat Investasi
(ANTARA)

PIHAK Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengkhawatirkan gangguan keamanan yang terjadi di Tembagapura, Kabupaten Mimika, mempengaruhi iklim investasi.

"Yang kami khawatirkan dampak tidak langsungnya adalah kemungkinan para investor melihat kondisi keamanan di Papua relatif sedikit berkurang dan nantinya akan berpengaruh kepada perkembangan investasi dalam korporasi skala menengah ke bawah yang menggunakan modal pribadinya," ujar Manajer Fungsi Asesmen Ekonomi dan Keuangan KPw BI Papua, Arya Jodilistyo, di Jayapura, Rabu (15/11).

Ia menjelaskan pada prinsipnya BI melihat gangguaan keamanan, baik besar maupun kecil pasti berdampak pada perekonomian. Namun, yang jadi pertanyaan apakah dampaknya akan dirasakan secara langsung atau tidak.

Menurut dia, dari data yang ada, sepertti dari BPS Papua, gangguan keamanan di Mimika yang disebut oleh aparat kemanan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tidak berdampak besar bagi perekonomian setempat atau Papua pada umumnya.

"Terkait dengan kondisi yang sedang terjadi, sepertinya tidak berdampak dominan terhadap perekonomian Papua. Ini diperkuat oleh pernyataan pelaku usaha dominan yang ada di Mimika yang mengaku sempat ada goncangan kecil dalam aktivitas mereka," kata dia.

"Tapi seiring berjalannya waktu, masalah tersebut bisa diatasi dan mereka bisa melakukan produksi secara normal kembali," sambungnya.

Jodilistyo memaparkan, iklim investasi di Papua masih sangat tergantung dari aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Freeport Indonesia. Oleh karena itu, ketika gangguan keamanan tidak mengganggu aktivitas perusahaan tersebut, maka investasi di Papua masih akan bertumbuh.

"Di sisi lain investasi yang ada di Papua sangat terkorelasi dengan kondisi pertambangan. Jadi ketika tambang berkinerja positif, investasi naik," katanya lagi. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya