Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN siswa SD negeri III dan IV Kepatihan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (15/11), mengalami keracunan massal usai meminum teh kemasan yang diberikan secara gratis dalam rangka promosi penjualan di sekolah mereka.
Kendati tidak berdampak fatal, 14 siswa sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr Iskak, 11 siswa ke puskesmas kota, dan 35 lainnya dirawat di sekolah.
Kejadian yang tidak terduga itu terjadi setelah pihak guru sekolah kedua SD yang berlokasi di satu kompleks (satu atap) bersama tim pemasaran produk teh kemasan melakukan bagi-bagi minuman kemasan secara gratis yang dikemas melalui skema game atau permainan tanya jawab berhadiah di halaman SD setempat.
"Sekitar 15 menit setelah acara gim ini digelar dan siswa mendapat pembagian minuman teh kemasan, beberapa siswa mengeluh pusing, mual, dan muntah-muntah," tutur Kepala SDN III Kepatihan, Mulyaningsih.
Beberapa siswa yang dilarikan ke IGD RSUD dr Iskak mengaku sempat pusing-pusing dan mengaku masih mual. Mereka sebagian terbaring di dengan selang infus terpasang di tangan. Namun, secara keseluruhan kondisi para siswa yang sebagian sempat jatuh pingsan tersebut membaik.
Dokter jaga IGD RSUD dr Iskak, dr Heru Dwi Cahoyono, mengatakan, para siswa mengalami gejala keracunan, tetapi belum positif intoksikasi (keracunan) yang biasanya ditandai dengan gejala muntah secara terus-menerus disertai tensi menurun drastis yang menyebabkan tubuh korban melemah.
"Memang ada gejala intoksikasi, tapi belum sampai parah sehingga kondisi mereka cepat membaik saat dilakukan pemeriksaan," kata Heru.
Kabag Humas dan Pemasaran RSUD dr Iskak, Mochammad Rifai, menyatakan, kasus diduga intoksikasi atau keracunan masal tersebut masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) sehingga keseluruhan biaya pengobatan korban sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah.
Sementara itu, kepanikan masih terjadi di SDN III Kepatihan dan SDN IV Kepatihan yang berada dalam satu kompleks bangunan di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, hingga pukul 12.00 WIB.
Sejumlah petugas dari kepolisian segera mengumpulkan sisa teh botol kemasan untuk dijadikan barang bukti awal sekaligus sebagai sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
Beberapa petugas juga tampak sibuk meminta keterangan dari beberapa siswa, orangtua murid, serta guru dan perwakilan tim pemasaran produk teh kemasan untuk mengusut insiden keracunan yang nyaris membahayakan keselamatan anak didik di SDN III Kepatihan dan SDN IV Kepatihan tersebut.
Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo, mengatakan, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi.
Petugas juga mengambil sampel minuman untuk diuji laboratorium forensik.
"Saat ini kita masih memeriksa saksi dan sudah mengambil contoh minuman," ujarnya.
Kepala SDN III Kepatihan mengatakan, hampir seluruh siswa yang berjumlah 400 siswa mulai kelas 1 hingga 6 menikmati teh gratis. Namun, anehnya hanya 57 siswa mengalami gejala keracunan.
"Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami langsung mengambil langkah penanganan," ujarnya.
Selain siswa, semua guru juga menikmati teh gratis berupa kemasan botol dan kemasan plastik. Namun, menurut dia, mayoritas siswa yang mengalami gejala keracunan semuanya ialah yang meminum teh kemasan plastik. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved