Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA pemuda di Kota Sukabumi, Jawa Barat, jadi korban pembacokan sekelompok orang menggunakan topeng di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Rabu (15/11) dini hari sekitar pukul 00.55 WIB.
Satu orang di antara dua korban diketahui berinisial S, 26, mengalami luka serius karena kakinya nyaris putus kena sabetan senjata tajam. Sedangkan satu orang lagi berinisial AZ, 17, mengalami luka sabetan ringan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu bermula saat S dan AL berlarian di bilangan Jalan Ahmad Yani. Satu orang berlari ke salah satu tempat karaoke dan satu orang lagi berlari ke sebuah minimarket. Di saat bersamaan, sekelompok orang menggunakan penutup wajah menyerang keduanya.
"Anak saya menceritakan waktu malam itu ada beberapa orang menggunakan motor yang mengejarnya. Bahkan mereka menggunakan senjata tajam. Anak saya berlari ke tempat karaoke, sedangkan temannya ke dalam minimarket," tutur Agi, 43, orangtua AZ, salah seorang korban pembacokan ditemui wartawan di RSUD R Syamsudin SH, Rabu siang.
Agi mengungkapkan anaknya mengalami luka ringan akibat penyerangan itu. Tim medis RSUD R Syamsudin SH pun sudah memperbolehkan anaknya pulang.
"Lukanya tak terlalu parah kalau anak saya," ujar Agi.
Staf medis RSUD R Syamsudin SH, Adi Wiguna, mengatakan, saat ini salah seorang korban penyerangan lainnya, yakni S, masih dalam penanganan intensif. Hasil pemeriksaan terdapat tiga luka sabetan senjata tajam di tubuh korban. Yang paling parah luka sabetan pada kaki kiri.
"Lukanya traumatik. Jaringannya hampir putus. Selain pada kaki kiri, terdapat juga luka pada punggung sebelah kanan dan kiri," jelas Adi.
Ia belum bisa memastikan luka sabetan senjata tajam pada kaki kiri korban perlu dilakukan langkah amputasi atau tidak. Dia akan berkonsultasi dengan spesialis ortopedi.
"Lukanya terbilang cukup parah. Diamputasi atau tidak nanti tergantung rekomendasi dari spesialis ortopedi. Pada bagian punggung kanan dan kiri juga lukanya cukup dalam, sekitar tiga hingga empat sentimeter," jelasnya.
Dari rekaman CCTV yang berada di minimarket itu, sekelompok orang yang wajahnya ditutup topeng, menyeret ke luar korban dalam kondisi bersimbah darah. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, setidaknya terdapat empat hingga enam orang yang menganiaya korban. Mereka berbekal senjata tajam.
"Kami juga takut. Kami hanya bisa berteriak saja," ujar Dulah, salah seorang saksi mata.
Dulah menyebut, para pelaku menggunakan jaket panjang seperti jubah berwarna hitam dan penutup wajah mirip topeng. Kejadian yang dilihatnya, korban di minimarket mengalami luka parah. Sedangkan korban satu lagi berhasil kabur dengan cara berlari ke arah salah satu tempat karaoke.
Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Sulaeman Salim, mengaku, polisi masih menyelidiki kasus pembacokan di Jalan Ahmad Yani, Rabu dini hari itu. Semua informasi menjadi bekal bagi polisi untuk mengusut pelaku pembacokan.
"Kita tidak bisa berargumen katanya dan katanya. Nanti bisa menyesatkan. Kita gali nanti informasinya itu untuk pengembangan penyelidikan. Tak hanya menggali informasi dari rekaman CCTV saja, tapi juga dari saksi dan informasi lainnya. Termasuk dari saksi korban. Kita sedang kumpulkan untuk mencari buktinya," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved