Unhas Tertinggi Cetak Guru Besar Sepanjang 2017

Antara
14/11/2017 17:56
Unhas Tertinggi Cetak Guru Besar Sepanjang 2017
(Ist)

DEPUTI Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof Dr Faisal Abdullah, menyampaikan pidato penerimaan jabatan profesor pada Pengukuhan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (14/11).

'Eksistensi Hak Angket dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia' menjadi tema pidato yang disampaikan Faisal pada sidang Senat Akademik yang dipimpin Ketua Senat Prof Dr HM Tahir Kasnawi SU dan disaksikan Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA.

Judul itu lahir dari refleksi ilmiah keberagaman masalah yang saat ini krusial, yaitu korelasi hubungan antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif terkait penggunaan hak angket DPR kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Faisal menegaskan bahwa penggunaan hak angket DPR harus dalam mekanisme check and balance antara lembaga negara/pemerintah yang lain, bukan bentuk intervensi. Sehingga, bagaimana pun penggunaan hak angket tersebut harus tetap mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Hak angket DPR kepada KPK tidak memiliki dasar hukum dalam tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sehingga apabila terus dipaksakan, penggunaan angket tersebut bukan untuk hal konstitusi atau hak hukum, tapi kekuasaan yang bertentangan dengan hukum," kata Faisal saat menyimpulkan pidato ilmiahnya.

Menurut pria kelahiran Pare-Pare 24 Juni 1963 ini, penggunaan hak angket DPR kepada KPK dan lembaga negara lainnya merupakan perluasan kewenangan DPR. Jadi, jika DPR ingin melakukan itu, Undang-Undang MD3 terlebih dahulu harus diubah. Kemudian, hak angket tersebut menjadi suatu potensi sengketa antarlembaga negara yang merupakan satu persoalan yang penanganannya menjadi wewenang lembaga peradilan untuk memutuskan.

Dari rangkaian pidatonya yang begitu sarat dengan nilai-nilai akademis, Faisal juga menyelipkan sisi humanis yang luar biasa yakni ungkapan syukur kepada Allah SWT dibarengi ucapan terima kasih kepada kedua orangtuanya dan mempersembahkan seluruh prestasi tertinggi yang diperolehnya.

"Saya bersyukur kepada Allah SWT bahwa hingga hari ini saya masih menikmati suatu kenikmatan langka, bahwa dalam umur saya saat ini masih dapat ditunggu ayah dan ibu saya. Saya bangga menjadi putra mereka H Abdullah Rahim dan Hj Rasmiah Hamsah Wa'du. Guru Besar ini saya persembahkan kepada beliau berdua karena kehormatan akademis sebenarnya milik mereka," ujar Faisal dengan terbata-bata dan meneteskan air mata.

Faisal yang mengawali karier akademik sebagai dosen Unhas pada 1988, sebenarnya sudah lama menerima gelar profesor, tetapi baru berkesempatan dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Tata Negara. Ia pun tercatat sebagai profesor ke-372 yang dimiliki Unhas.

Pengukuhan Guru Besar Unhas ini dibarengi dengan pengukuhan Prof Dr Ir Syafruddin Syarif MT yang menjadi Guru Besar Bidang Sistem Operasi Komputer Fakultas Teknik dan menjadi profesor ke-373 yang dimiliki Unhas.

Unhas Makassar merupakan perguruan tertinggi yang menghasilkan Guru Besar tertinggi se-Indonesia sepanjang 2017.

"Dengan pengukuhan kedua profesor ini, total jumlah penerima jabatan Guru Besar di Unhas sebanyak 372 orang," kata Kepala Unit Humas dan Protokoler Unhas, Ishaq Rahman.

Sementara Rektor Unhas menyambut bahagia dan berbangga dengan acara pengukuhan kedua guru besar ini. Prosesi ini semakin menegaskan bahwa Unhas pada tahun ini adalah perguruan tinggi di Indonesia yang paling banyak menghasilkan jabatan akademik profesor, yaitu sebanyak 20 guru besar.

"Alhamdulillah, dengan sistem pengelolaan (administrasi akademik) yang terbaru, dalam tahun ini kita menghasilkan 20 Guru Besar yang tertinggi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia," ucap Dwia Aries dalam sambutan singkatnya di sesi akhir acara pengukuhan tersebut. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya