Hujan Deras Tumbangkan Sejumlah Pohon di Malang

Antara
14/11/2017 20:36
Hujan Deras Tumbangkan Sejumlah Pohon di Malang
(ANTARA FOTO/Rahmad)

HUJAN deras disertai angin yang mengguyur wilayah Kota Malang sepanjang siang hingga tadi petang menumbangkan sejumlah pohon di beberapa kawasan di kota itu, seperti di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Kawi.

"Masyarakat harus waspada terhadap pergantian musim seperti saat ini. Kami mengimbau agar warga mewaspadai berbagai bencana alam seiring datangnya musim hujan, seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, dan pohon tumbang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, J Hartono, di sela pembersihan pohon tumbang di kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (14/11) malam.

Ia mengemukakan, pada hari ini ada dua kejadian pohon tumbang hampir bersamaan. Oleh karenanya, warga termasuk para pengguna jalan untuk selalu waspada, sebab pohon tumbang terjadi sewaktu-waktu dan di mana saja, terutama di jalan-jalan protokol, di mana banyak pohon berusia tua.

Selain mewaspadai pohon tumbang, katanya, warga juga ekstrawaspada terhadap tanah longsor dan banjir. Apalagi, banyak permukiman di Kota Malang yang berada di kawasan daerah aliran sungai (DAS) serta berada di bawah pelengsengan yang rawan ambrol seperti yang menimpa kawasan perumahan Joyogrand Inside.

Bencana, lanjutnya, merupakan kejadian yang tidak terduga, bahkan di luar perkiraan.

"Langkah antisipasi, termasuk membangun kesadaran untuk ramah lingkungan harus kita tumbuhkan terus menerus. Jangan lelah mengajak warga untuk menjaga lingkungan agar tidak sampai menimbulkan bencana," tuturnya.

Akibat tumbangnya pohon di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Kawi tersebut, masih belum bisa diperkirakan angka kerugiannya.

"Kami belum bisa mengkalkulasi, tetapi tidak ada korban, baik luka-luka maupun meninggal," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Moch Anton, meminta petugas untuk memaksimalkan siaga bencana di tengah curah hujan yang cukup tinggi dan disertai angin.

"Titik bencana atau potensi bencana yang terjadi di tahun lalu, saya minta untuk terus dimonitor, termasuk titik titik rawan lainnya," katanya.

Sejumlah titik yang rawan bencana banjir di antaranya di Jalan Galunggung dan Bondowoso, sepanjang DAS Brantas dan Kali Metro, serta Kali Bango. Sedangkan kejadian tanah longsor juga sering menimpa rumah-rumah warga yang berada di kawasan DAS Brantas, bahkan di lingkungan perumahan seperti yang terjadi di Perumahan Joyogrand Inside.

Tanah longsor di kawasan Perumahan Joyogrand Inside akibat pelengsengan yang tidak mampu menahan derasnya aliran air yang akhirnya ambrol dan menimpa belakang sejumlah rumah di perumahan tersebut. Akibat kejadian tersebut, seorang mahaiswi Universitas Brawijaya meninggal karena tertimbun longsor dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya