Kalsel Waspadai Bencana Musim Penghujan

Denny Susanto
14/11/2017 18:46
Kalsel Waspadai Bencana Musim Penghujan
(ANTARA)

PEMERINTAH kabupaten/kota di Kalimantan Selatan diminta untuk mewaspadai ancaman bencana di musim penghujan berupa banjir, tanah longsor, dan angin ribut.

Hal ini dikemukakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyudin, Selasa (14/11). Dikatakannya, cuaca ekstrem mengintai wilayah Kalsel seiring masuknya masa peralihan dari kemarau ke penghujan.

"Ancaman bencana saat musim penghujan ini sangat besar, sehingga kabupaten/kota harus mewaspadainya," tuturnya.

BPBD Kalsel telah menginstruksikan kabupaten/kota agar mewaspadai ancaman bencana berupa banjir, tanah longsor. serta angin ribut. Saat ini, beberapa wilayah dataran rendah di Kabupaten Balangan terendam banjir.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yusfah Love, mengatakan, banjir yang melanda sedikitnya enam desa di dua kecamatan di wilayah tersebut sudah berangsur surut.

"Curah hujan tinggi menyebabkan daerah dataran rendah terendam banjir. Bantuan tanggap darurat telah kita salurkan kepada warga korban bencana," ungkapnya.

Pada bagian lain, cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang dan petir yang mengguyur wilayah Kota Banjarbaru Senin (13/11) malam menyebabkan sejumlah fasilitas di Bandara Syamsudin Noor mengalami kerusakan.

Tiupan angin kencang membuat plafon terminal kedatangan dan baliho iklan di area parkir ambruk. Atap terminal bandara juga beterbangan. Beruntung kejadian angin ribut ini terjadi saat bandara sepi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Pihak otoritas Bandara Syamsudin Noor terpaksa bergegas melakukan perbaikan meski area terdampak masih diguyur hujan. Tak lama pascakejadian angin ribut, terminal bandara kembali dapat beroperasi.

General Manager Bandara Syamsudin Noor, Wahyudi, Selasa (14/11), mengatakan, ambruknya sejumlah fasilitas bandara disebabkan cuaca yang memang tidak bisa ditebak. Wahyudi yang baru beberapa pekan menjabat sebagai GM Bandara Syamsudin Noor ini, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa angin ribut ini.

Namun atap/plafon terminal kedatangan ambruk dan satu mesin pengambilan bagasi tidak dapat dioperasikan sementara waktu. Adapun kerusakan atap yang tertiup angin sudah selesai diperbaiki.

"Aerodrome sempat ditutup karena jarak pandang di bawah batas minimum 800 meter. Namun sudah kembali normal sejak pesawat terakhir mendarat sekitar pukul 23.30 Wita." tambahnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya