Kapolri Sebut Dua Pelaku Pembakaran Mapolres Dharmasraya Anggota JAD

Hamdi Jempot
13/11/2017 21:37
Kapolri Sebut Dua Pelaku Pembakaran Mapolres Dharmasraya Anggota JAD
(ANTARA FOTO/Eko Pangestu)

KAPOLRI Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatra Barat, merupakan jaringan teroris dari kelompok Jamaah Ansar Daulah (JAD) yang mendukung Islamic State (IS).

Kapolri mengungkapkan, salah satu pelaku pembakaran ialah Eka, anak seorang perwira Polri berpangkat Ipda yang bertugas di Polres Muara Bungo, Jambi.

Tito menyatakan, berdasarkan keterangan orangtuanya, Eka pernah ke Sumedang, Jawa Barat, dan menikah di daerah itu. Diduga Eka mengenal paham radikal di daerah tersebut.

"Sehingga yang bersangkutan (Eka) berdasarkan hasil penyelidikan sementara, adalah masuk dalam jaringan terorisme, khususnya Jamaah Anshar Daulah yang mendukung ISIS," kata Kapolri kepada wartawan di Mapolda Maluku, Ambon, Senin (13/11) seusai memberikan pengarahan kepada jajaran anggota Polda Maluku.

Menurut Tito, Eka dan seorang rekannya yang diduga pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya Sumbar pada Minggu (12/11) dini hari terpaksa ditempak mati karena membawa senjata tajam dan menyerang polisi.

Ia menyatakan, bagi kelompok jaringan ini, anggota polisi dan Markas Kepolisian merupakan pasukan thoghut atau thaghut yang tidak sesuai dengan mereka yang harus diserang.

Atas kasus pembakaran Mapolres yang melibatkan jaringan teroris ini, Kapolri juga sudah memerintahkan kepada Kapolda Sumbar untuk membentuk tim mengusut kelompok tersebut sampai ke jaringan-jaringannya dengan melibatkan Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri.

Selain itu, Kapolri juga memerintahkan Kapolda Sumbar untuk melakukan restorasi, rekonstruksi Polres Dharmasraya, hingga jajarannya, melakukan penataan agar masalah administrasi dan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat.

"Dari Mabes Polri juga akan membantu, masalah logistik, dan lain-lain yang terbakar," kata Tito.

Ia juga memastikan situasi dan kondisi keamanan di wilayah Dharmasraya sudah kondusif dan terkendali. Atas kejadian ini, Kapolri menyatakan hal ini menjadi pelajaran bagi jajaran Polri untuk memperkuat sistem pengamanan internal terutama kepada markas-markas polres hingga ke polsek di seluruh Indonesia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya