Kalteng Jadi Lumbung Padi Organik Nasional

Nicky Aulia Widadio
13/11/2017 19:38
Kalteng Jadi Lumbung Padi Organik Nasional
(Mi/DEDE SUSIANTI)

USAI tercapainya swasembada beras nasional, pemerintah pusat kini menargetkan ekspor beras organik.

Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) disiapkan sebagai lumbung padi organik nasional. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan pembangunan lahan seluas 300 ribu hektare (ha) untuk padi organik di Kalteng.

Lahan-lahan bekas lahan gambut tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas, serta Kabupaten Pulang Pisau. Lahan-lahan tersebut merupakan eks lahan gambut.

"Kita sudah swasembada, kebutuhan Indonesia sudah cukup. Kita beralih untuk ekspor. Intinya bagaimana bisa mensejahterakan petani melalui padi organik," kata Amran di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Baru, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Senin (13/11).

Hasil panen padi organik tersebut rencananya akan diekspor mengingat target swasembada beras nasional telah tercapai. Beras organik, lanjutnya, memiliki pasar yang menjanjikan di sejumlah negara, salah satunya Belgia.

Menurut perhitungan Amran, harga beras organik per kilogram jika diekspor ke luar negeri bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram. Jika 300 ribu ha lahan tersebut mampu memproduksi 3 juta ton beras, nilainya bisa mencapai Rp300 triliun.

Amran hadir di Desa Belanti Siam untuk secara simbolis melakukan penanaman perdana di kawasan transmigrasi tersebut. Menurutnya, pertanian organik jika dilakukan secara berkelanjutan maka bisa menyejahterakan petani. Desa Belanti Siam sendiri merupakan desa penghasil beras terbesar di Kabupaten Pulang Pisau.

Untuk saat ini, potensi pengembangan padi organik di Kabupaten Pulang Pisau sebesar 81.149,06 ha. Angka ini masih jauh dari target pemerintah pusat di Kabupaten Pulang Pisau sebesar 150 ribu ha.

"Kami yakin itu bisa tercapai dan Kalimantan Tengah bisa jadi penyumbang padi terbesar," tutur Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo.

Atas rencana ini, Amran juga menuturkan pihaknya akan membentuk tim yang terdiri unsur pemerintah daerah hingga TNI dan Polri guna menyukseskan program padi organik. Ia juga meminta ke depannya dibentuk perda yang mengatur standardisasi pertanian organik.

"Semua di standardisasi kemudian di Perda-kan supaya bisa sejahtera ke depan," tutur Amran.

Selain padi organik, Amran juga menargetkan lahan jagung seluas 100 ribu ha dan lahan untuk ternak sapi seluas 100 ribu ha. Kementan menyatakan siap menggelontorkan bantuan bibit dan pupuk untuk jagung senilai Rp200 miliar. Selain itu juga akan disiapkan bantuan alat-alat pertanian.

Sebab, Indonesia telah menandatangi perjanjian kerja sama dengan Menteri Pertanian Filipina dan Malaysia. Kedua negara tersebut membutuhkan jagung sebanyak 4 juta ton dengan nilai Rp12 triliun. Ia juga berjanji akan membantu mengurus perizinan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Ini harus kita persiapkan," tambahnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya