Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG warga bernama Tukiya, 50, dilaporkan tewas saat seekor gajah liar mengamuk di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (12/11). Gajah jantan soliter (penyendiri) berumur 10 tahun mengamuk diduga lantaran kelaparan tidak mendapatkan makanan.
Terkait konflik manusia dan gajah, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Untuk menghindari jatuhnya korban lainnya, petugas BBKSDA Riau dan Polsek Pinggir bersama masyarakat langsung melakukan upaya penggiringan terhadap gajah liar yang mengamuk tersebut," ungkap Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro, Minggu.
Dijelaskannya, saat ini untuk mengantisipasi konflik terjadi lagi, BBKSDA Riau telah menurunkan dua penjinak gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga. Penggiringan telah berhasil dilakukan bersama-sama Polsek Pinggir dan masyarakat.
"Gajah berhasil digiring keluar dari permukiman," jelasnya.
Heru memaparkan, gajah liar yang mengamuk merupakan gajah jantan remaja yang diperkirakan berumur 10 tahun . Gajah mengamuk tersebut bersifat soliter.
Ditambahkannya, berdasarkan catatan BBKSDA Riau masih terdapat populasi sekitar 50 gajah liar di kantong Giam Siak Kecil dan Balai Raja. Daerah-daerah di antara Giam Siak Kecil sampai Balai Raja merupakan jalur atau koridor dan home range gajah dan aktif.
Masyarakat yang berada di permukiman dan perkebunan di daerah tersebut diimbau agar selalu waspada dengan munculnya gajah liar, baik dalam bentuk gajah berkelompok maupun gajah jantan yang tunggal atau soliter.
"Kepada masyarakat apabila bertemu gajah liar, diharapkan tidak panik atau melakukan perlawanan dan gaduh," jelasnya.
Dia meminta masyarakat agar segera menghubungi pawang gajah atau petugas BBKSDA di Duri.
"Saat ini BBKSDA Riau bersama beberapa lembaga swadaya masyarakat Hipam, RSF, WWF, Yayasan TNTN dan Vesswic akan terus memantau keberadaan gajah liar serta melakukan sosialisasi mengenai keberadaan satwa tersebut," jelas Heru. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved