Sosok Daniel Dinilai Kartu Mati bagi Ridwan Kamil

Bayu Anggoro
09/11/2017 19:16
Sosok Daniel Dinilai Kartu Mati bagi Ridwan Kamil
(Ist)

PAKAR Ilmu Politik dan Pemerintahan dari Universitas Padjajaran, Muradi, menilai sosok Daniel Muttaqien Syafiuddin bisa menjadi 'kartu mati' bagi Ridwan Kamil atau Emil, karena politikus muda Partai Golkar itu tidak akan memberi kontribusi signifikan untuk Wali Kota Bandung tersebut pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.

"Kalau menurut saya enggak ada efeknya, enggak memberikan elektoral yang signifkan. Daniel ini bisa saja menjadi 'kartu mati' (untuk Ridwan Kamil) kalau menurut saya," kata Muradi di Bandung, Kamis (9/11).

Ia menilai apabila menjadi calon wakil gubernur, sosok Daniel akan menyulitkan Emil yang membutuhkan distribusi pemenangan, khususnya di kawasan utara Jabar. Dan sebagai sosok muda, lanjut Muradi, Daniel juga belum pasti bisa meraup suara masyarakat di utara Jabar.

Walaupun berasal dari kawasan tersebut, ia menilai sosok Daniel yang tercatat sebagai anggota DPR juga masih belum terkenal di seluruh
masyarakat Jabar.

"Sosok Daniel beda dengan Gus Ipul (Saifullah Yusuf) di Jawa Timur, meskipun sama-sama disebut sosok muda," ujar dia.

Hal ini, kata Muradi, terbukti saat dirinya menerjunkan tim untuk mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas Daniel di kawasan utara Jabar.

"Sekitar dua bulan lalu saya ngecek bersama tim. Belum banyak yang kenal Daniel, masih kalah sama Sutrisno, Bupati Majalengka," ungkapnya.

Ia menambahkan, Daniel hanya dikenal di Indramayu saja yang merupakan daerah asalnya, dan sosok Daniel juga tersandera oleh konflik internal di tubuh Golkar.

"Tanpa ada embel-embel persoalan Setya Novanto pun, Daniel tidak akan berpengaruh apa-apa untuk Kang Emil," ujarnya.

Oleh karena itu, Muradi menyarankan kepada Emil agar tetap fokus pada penggodokan calon wakil gubernur dari partai pengusung di awal.

"Menurut saya cukup NasDem, PPP (Partai Persatuan Pembangunan), PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Enggak masalah enggak ada Golkar, ketimbang memaksakan Golkar," katanya. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya