Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAWAN Gunawan, 44, warga Bebedahan, Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, sempat mendapatkan perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit dr Soekardjo Kota Tasikmalaya setelah memakan paku sebanyak 48 buah hingga nyawanya tidak tertolong setelah mengalami infeksi saluran pencernaan.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr Soekarjo, dr Budi Tirmadi, mengatakan, kondisi Wawan sempat stabil pascaoperasi pengangkatan usus. Namun, sesaat sebelum dipindahkan ke ruang perawatan biasa, tekanan darah Wawan turun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Kamis (9/11) pukul 02.30 WIB setelah menjadi perawatan secara intensif.
"Pascaoperasi, pada Kamis (2/11) dan Jumat (3/11) pagi kondisinya masih stabil dan rencananya hari ketiga akan dipindah ruangan, tetapi pada Jumat siang kondisinya menurun hingga petugas melakukan pengecekan dan kadar albumin bagian protein rendah. Sedangkan dokter juga telah berupaya untuk menyembuhkan luka usus dan lambung akibat paku tersebut," katanya di Tasikmalaya, Kamis.
Budi mengatakan, pasien pemakan paku berjumlah 48 buah tersebut mengalami infeksi usus dan lambung. Dokter yang menangganinya telah berupaya memberikan obat untuk memberikan tekanan darah terutama pada usus dan lambung yang sangat rentan terhadap infeksi dengan memberikan antibiotik, asupan protein, cairan plasma darah, tapi tidak membuahkan hasil.
"Pascaoperasi pengangkatan paku tersebut kondisinya sempat membaik dan siuman, tetapi pada pukul 01.00 kondisinya langsung memburuk (drop) tetapi semua keluarga sudah pasrah dengan cobaan tersebut. Karena hasil yang didapatkan setelah masuk IGD hingga foto rontgen menunjukkan banyaknya paku melukai usus di dalam perut," kata salah seorang sanak keluarga pasien, Uus Hidayat, 44.
Uus mengatakan, jenazah Wawan telah dibawa pihak keluarga pada pukul 07.30 WIB dan telah disalatkan hingga dimakamkan di Kampung Bebedahan. Kematian Wawan dinilainya sangat tragis karena korban telah memakan paku sebanyak 48 buah. Meski paku-paku itu sudah diangkat dari dalam perutnya melalui operasi, nyawa Wawan tetap tidak terselamatkan.
"Memang dia selama dalam perawatan di rumah sakit umum sangat merasakan sakit pada perut dan meminta pulang, tapi keluarga tidak mengindahkan dengan kondisinya tersebut. Semua keluarga tetap menjaganya agar dia kembali stabil. Namun, takdir berkata lain, Wawan tidak tertolong karena mengalami infeksi pada usus dan lambungnya sudah sangat serius," tuturnya.
Sebelumnya, Wawan dirawat di RSUD dr Soekardjo lantaran mengalami sakit di perutnya sejak Senin (30/10) malam. Dari perutnya muncul paku yang hampir menembus tubuhnya. Diduga Wawan memakan 48 butir paku lantaran mengalami gangguan kejiwaan. Tim dokter berhasil mengeluarkan seluruh benda asing dari tubuh Wawan lewat operasi pada Rabu (1/11). (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved