Keluarga Yakin Nenek Titing Kesasar di Hutan dan Masih Hidup

Depi Gunawan
06/11/2017 21:39
Keluarga Yakin Nenek Titing Kesasar di Hutan dan Masih Hidup
(Ilustrasi-thinkstock)

KELUARGA besar Raden Siti Widianingsih alias Titing yang hilang di tengah Hutan Cikole Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan mencari terus keberadaan nenek berusia 75 tahun itu, meski Basarnas akan menghentikan proses pencarian.

Cucu Titing, Tia Rostiana, 27, mengaku pihak keluarga sudah berusaha keras mencari korban sejak dilaporkan hilang pada Selasa (26/10) lalu. Namun hingga hari ke-7, Senin (6/11) ini, pencarian Titing masih belum membuahkan hasil.

"Beliau sering keluar masuk hutan mencari kayu bakar, jadi kami yakin nenek masih hidup karena kondisi fisiknya sehat. Kami dari keluarga sudah berusaha mencari ke sana-sini dibantu warga, SAR, dan pecinta alam juga, tapi belum juga ketemu," kata Tia di Posko Basarnas Bumi Perkemahan Cikole, Senin petang.

Karena yakin neneknya masih hidup, dia menyatakan, apabila tim SAR menghentikan pencarian, pihak keluarga akan tetap melakukan pencarian ke tengah hutan.

Untuk mendapat informasi jelas, pihaknya bahkan telah menghubungi seluruh sanak saudara, khawatir Titing pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepada keluarganya.

"Semuanya sudah dihubungi, tapi tak ada kabar Titing pergi ke rumah sanak saudara. Mudah-mudahan nenek masih ditemukan selamat dan bisa berkumpul lagi bersama keluarga," ucapnya.

Kepala Desa Cikole, Jajang Ruhiat, menyatakan, selama seminggu ini, tim Basarnas dibantu warga sudah menyisir seluruh kawasan hutan Cikole. Namun, barang bukti yang diketemukan baru topi dan ceceran nasi yang jadi bekal Titing selama di hutan.

"Hingga hari ini, tidak ada celah-celah penemuan atau bukti baru ke mana arah Mak Titing berjalan. Meski demikian, kita masih tetap berusaha mencari, hari ini ada sekitar 100 personel tim gabungan dibantu warga yang melakukan pencarian," ungkap Jajang.

Berdasarkan Standar Operasi Prosedur (SOP) dan undang-undang, pencarian korban hilang akan dihentikan di hari ke tujuh. Akan tetapi, pihak keluarga meminta pencarian korban dilanjutkan.

"Baik secara lisan maupun bersurat, sudah kami sampaikan ke pihak berwajib terkait permohonan pencarian lanjutan yang diminta keluarga korban, sekarang sedang dalam tahap pertimbangkan dari pimpinan Basarnas pusat. Kemungkinan bisa dilanjutkan apabila ditemukan bukti baru yang mengarah kepada keberadaan korban," tuturnya.

Koordinator Tim Gabungan Basarnas, Idham Salasa, menyampaikan, pihaknya juga masih fokus dalam pencarian. Menurutnya, masih ada sisa wilayah yang belum disusuri tim gabungan Basarnas dan masyarakat.

"Kami fokus di titik penemuan topi dan ceceran nasi di radius 1 kilometer kiri-kanan, atas dan bawah, tapi sejauh ini belum ada hasil temuan baru," bebernya.

Terkait perpanjangan waktu pencarian yang diminta keluarga korban, dia belum bisa menyimpulkan apakah bisa atau tidak karena harus menunggu evaluasi dan arahan atasan di pusat.

"Kami masih tunggu instruksi selanjutnya," jelas Idham. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya