Video Pemukulan Guru Bukan dari SMP 10 Pangkalpinang

Rendy Ferdiansyah
06/11/2017 12:15
Video Pemukulan Guru Bukan dari SMP 10 Pangkalpinang
(Youtube)

Dunia pendidikan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) khusus Pangkalpinang tercoreng. Pasalnya tersebar video tindak kekerasan soerang guru terhadap muridnya menjadi viral di media sosial.

Menanggapi viralnya video pemukulan oknum guru berdurasi 33 detik tersebut. Kepala dinas Pendikan Kota Pangkalpinang Edison Taher angkat bicara. Ia membantah, kejadian pemukulan di dalam video itu terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Pangkalpinang.

"Saya kaget mengetahui ada video, itu, tapi saya pastikan kejadian tersebut bukan di SMPN 10 Pangkalpinang," kata Edison di Pangkalpinang, Bangka Belitung, hari ini.

Sebab menurut Edison, di SMPN 10 ruang kelasnya berbeda dengan yang ada di dalam Video, dimana pada lobang angin (Fentilasi udara) SMP 10, kayunya posisi tidur tidak seperti di video berdiri, terus warna salah satu tembok pada tiang berwarna hijau, padahal di ruang kelas SMP 10 tidak berwarna demikian.

"Intinya ruang kelas tempat oknum guru memukul muridnya itu tidak sama dengan ruang kelas yang ada di SMPN 10 Pangkalpinang," ujarnya.

Pantauan Media Indonesia. Untuk mengecek kebenaran Video tersebut, Pihak Kepolisian, bersama Ombusmen, Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang dan Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung. Langsung sidak ke SMP 10, dan ternyata memang benar video di buat bukan di SMP 10 melainkan di luar pulau Bangka.

Tetapi, Edison mengakui, salah satu murid di SMP 10 Pangkalpinang pernah di pukul gurunya. Peristiwa pemukulan tersebut, lantaran guru tersebut, sudah tidak bisa menahan emosi karena selama dua hari berturut-turut diejek oleh muridnya.

"Berdasarkan keterangan, guru itu sudah dua hari di ejek oleh muridnya dengan memangil namanya langsung. Pas hari kedua baru ketahuan, dan sepertinya emosi tidak terkontrol sehingga terjadilah pemukulan itu," ungkap Edison.

Dikatakan Edison masih berdasarkan keterangan kepala sekolah, murid tersebut, memang sedang dalam keadaan sakit yakni ada bisul di pantatnya sehingga suhu badannya memang panas.

Edison menyebutkan kejadian pemukulan siswa di SMP 10, sudah berdamai dengan orang tua korban Heri, di saksikan pihak kepolisian dari Polsek Bukit Intan, Pihak Sekolah, Komite Sekolah dan Dinas Pendidkan.

"Sudah tidak ada masalah lagi, mereka sudah berdamai, dengan surat perdamaian yang di tanda tangani orang tua korban, Pihak Sekolah, Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan yang di saksikan pihak kepolisian," terangnya.

Di tempat terpisah, Orang tua Korban Heri warga Temberan Air Itam Pangkalpinang. Membenarkan peristiwia pemukulan terhadap anaknya sudah di damaikan dan tidak di permasalahkan lagi.

"Ya benar sudah damai, dan sekarang anak kami sudah bersekolah lagi di SMP itu," kata Heri. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya