Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN warga Jalan Pemuda I Kampung Citamiang RT 02/06, Kelurahan/Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, keracunan seusai mengonsumsi bubur ayam, Minggu (5/11). Sebanyak 17 orang ditangani di RSUD R Syamsudin SH dan empat korban lainnya di RSUD Al-Mulk di Kecamatan Lembursitu.
Berdasarkan informasi awal, keracunan terjadi saat sejumlah warga membeli bubur ayam. Namun, tak lama berselang mereka mengalami pusing dan mual disertai muntah-muntah. Sekitar pukul 12.00 WIB, Ketua RT setempat membawa mereka ke RSUD R Syamsudin SH dan RSUD Al-Mulk. Empat dari 21 korban keracunan itu masih anak-anak.
Data terakhir hingga Minggu petang tinggal empat orang yang ditangani di RSUD R Syamsudin SH karena kondisinya terus mengalami muntah dan dehidrasi.
"Awalnya dikira anak saya masuk angin biasa. Dia mengeluh pusing disertai muntah-muntah," terang Ratih Purwaningsih, 31, ibunda Edsel Dwifaesah, 3, satu di antara korban keracunan.
Ratih mengaku sempat membalurkan minyak angin ke tubuh anaknya, tapi ia kaget begitu mengetahui gejala yang dialami anaknya dialami juga sejumlah tetangganya.
"Tetangga saya sekampung juga sama. Mereka mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah," tambahnya.
Ratih dan warga lainnya tiba di RSUD R Syamsudin SH sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka dibawa Ketua RT setempat dengan menyewa dua unit mobil.
"Mungkin penyebabnya karena makan bubur yang biasa jualan di kampung kami," tuturnya.
Danu, 29, warga lainnya, mengaku hal serupa. Beberapa saat setelah makan bubur, perutnya tiba-tiba melilit seperti masuk angin. Bahkan, anaknya, Bebi Malika Bilqis, 3,5, mengalami kondisi serupa.
"Perut melilit. Sakit sekali. Saya sempat BAB hampir tujuh kali. Keluarnya juga cairan gitu. Terus muntah-muntah. Anak saya juga sama. Saya sempat minum air kelapa, tapi kemudian muntah lagi," tambah Danu.
Kepala Tim Informasi dan Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Wahyu, menyebutkan, jumlah korban keracunan makanan yang ditangani RSUD R Syamsudin SH sebanyak 17 orang. Empat orang di antaranya masih anak-anak.
"Tapi kondisi sebagian pasien sudah berangsur pulih. Pasien yang dewasa sudah pada pulang. Empat orang anak-anak masih dirawat untuk mengantisipasi dehidrasi berulang. Dua orang dewasa sedang diobservasi karena terus-menerus muntah dan dehidrasi," terang Wahyu.
Ia tak mengetahui persis penyebab keracunan makanan itu. Hanya saja semua pasien mengaku keluhan yang dialami mereka setelah makan bubur ayam.
"Sudah bisa dipastikan ini karena keracunan makanan. Tapi tadi ada pengakuan dari pasien daging (ayam) yang dimakannya kurang enak," sebut Wahyu.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengaku prihatin dengan kejadian keracunan yang dialami puluhan warga Jalan Pemuda I. Berdasarkan informasi, jumlahnya sebanyak 21 orang. Di RSUD R Syamsudin sebanyak 17 orang dan di RSUD Al-Mulk sebanyak empat orang.
"Dari Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanannya (bubur ayam). Tadi yang ditangani di sini (RSUD R Syamsudin SH) sebagian sudah pulang. Tinggal empat orang yang masih dirawat di sini. Ini sudah masuk kategori KLB (kejadian luar biasa)," sebut Fahmi seusai menjeguk korban keracunan.
Pengawasan makanan jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Menjamurnya jajanan-jajanan saat ini tentu harus terus terpantau dan terkontrol dengan baik.
"Termasuk kasus keracunan ini, sementara penyebabnya dari bubur ayam. Tapi jelasnya nanti dipastikan dari hasil laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved