Banjir Bandang Seret Empat Orang di Wisata Air Umbulan

Micom
05/11/2017 22:46
Banjir Bandang Seret Empat Orang di Wisata Air Umbulan
(thinkstock)

HUJAN deras di bagian hulu telah menyebabkan banjir bandang di sungai. Saat bersamaan, empat wisatawan sedang mandi di Wisata Air Umbulan di Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (5/11) pukul 13.35 WIB.

Debit sungai cepat meningkat menyebabkan empat orang tidak sempat naik ke permukaan. Mereka hanyut terseret banjir bandang. Dua orang berhasil selamat setelah berpegangan batu, yaitu Zainul Arifin, 24, dan Ahmad Basori, 15. Keduanya warga Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Tim SAR gabungan dari BPBD Probolinggo, TNI, Polri, Basarnas, Dinas Pariwisata, relawan, dan masyarakat terus mencari dua korban hanyut. Pada pukul 19.15 WIB, korban bernama Ferdiansah, 14, warga Kelurahan Kademangan RT 03 RW 06 berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Muara Sungai Pesisir.

Jarak antara lokasi Wisata Air Umbul dengan Muara Sungai Pesisir cukup jauh karena melalui lima kecamatan. Tim SAR masih mencari satu korban lain yang hilang, yaitu Lukman, 22, warga Kelurahan Kademangan RT 03 RW 06. Saat ini, korban meninggal yang ditemukan dibawa ke RSUD Tongas Kabupaten Probolinggo.

Pencarian akan dilanjutkan Senin (6/11) pagi besok karena kondisi sudah gelap dan aliran sungai semakin deras. Sungai ini memang jalur lahar dingin Gunung Bromo sewaktu erupsi. Kondisi cuaca saat kejadian, di sekitar wilayah Gunung Bromo seperti di Ngadisari dan sekitarnya hujan deras cukup lama sehingga terjadi peningkatan debit air sungai.

Seperti dilaporkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Minggu malam, curah hujan akan terus meningkat seiring memasuki musim penghujan. Kejadian banjir, longsor, dan puting beliung atau angin kencang akan meningkat pula.

Karena itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.

"Jika di bagian hulu terjadi hujan, hendaknya masyarakat mengurangi aktivitas di sekitar sungai. Kondisi daerah aliran sungai yang semakin kritis juga makin meningkatkan kejadian banjir bandang.," kata Sutopo. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya