Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTRIBUSI terbesar pendapatan asli daerah (PAD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, berasal dari RSUD R Syamsudin SH. Dari besaran PAD lebih kurang Rp340 miliar, hampir Rp250 miliar berasal dari rumah sakit terbesar milik pemerintah itu.
"PAD dari rumah sakit itu mencapai sekitar Rp250 miliar, sedang pendapatan di lingkungan Pemkot Sukabumi sekitar Rp40 miliaran," terang Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz, Minggu (5/11).
Padahal, lanjut dia, besaran PAD dari RSUD R Syamsudin SH saat Muraz masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah masih di kisaran Rp2,5 miliar dan Pemkot Sukabumi sebesar Rp4 miliar. Sekarang kondisinya terbalik, PAD dari RSUD R Syamsudin SH lebih besar daripada Pemkot Sukabumi.
"Ini yang saya minta kepada staf di bawah untuk terus menggenjot PAD itu. Potensinya masih memungkinkan kita meningkatkan PAD," ujarnya.
Upaya meningkatkan besaran PAD satu di antaranya menggenjot kesadaran warga membayar pajak. Satu di antaranya menggenjot pendapatan dari pajak restoran. Meskipun kadang jadi polemik lantaran tak semua pemilik restoran atau rumah makan setuju dibebankan pajak sebesar 10%, tetapi upaya itu merupakan langkah meningkatkan PAD.
"Memang, masih ada rumah makan yang membebankan pajak itu ke pembeli tapi ada juga yang tidak. Seperti warung-warung kecil, itu tidak ada dibebankan ke pembeli," jelasnya.
Tahun ini PAD Kota Sukabumi ditargetkan sebesar Rp360.694.851.431. Rinciannya PAD berasal dari pajak daerah sebesar Rp38,4 miliar, retribusi daerah sebesar Rp8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp3,9 miliar, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp310,7 miliar.
"Secara akumulasi target PAD kita sebetulnya sudah naik lebih dari 15% sesuai RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah). Malahan kalau mengukur RPJMD peningkatan PAD sudah melampui. APBD juga sama, sudah melampaui," tuturnya.
Secara umum, lanjut dia, target keuangan baik APBD maupun PAD rata-rata sudah tercapai. Misalnya APBD, hanya dalam waktu sekitar satu tahun usai pelantikannya sebagai kepala daerah, Muraz mengaku, besarannya sudah mencapai di kisaran Rp1 triliun.
"Alhamdulillah kala target keuangan sudah bisa kita capai, baik PAD maupun APBD. PAD kita di 2013 di kisaran Rp200 miliar, tapi sekarang sudah naik di kisaran Rp300 miliar lebih. APBD juga demikian. Hanya saja dari sisi pajak dan retribusi belum begitu besar. Ini yang sering saya sampaikan," tandasnya.
Anggota DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, menyebutkan, secara akumulasi besaran PAD di Kota Sukabumi setiap tahun berada di kisaran Rp340 miliar. Paling besar disumbang dari RSUD R Syamsudin SH sebesar lebih kurang Rp280 miliar. Sisanya sekitar Rp60 miliar berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah.
"PAD kita paling besar itu sumbernya dari orang-orang yang sakit. Padahal, potensi pajak daerah dan retribusi daerah lainnya juga masih cukup besar untuk terus digali," tegas politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved