Puting Beliung Robohkan Puluhan Rumah di Kupang

Palce Amalo
02/11/2017 19:16
Puting Beliung Robohkan Puluhan Rumah di Kupang
(MI/Palce Amalo)

HUJAN deras disertai puting beliung memorak-porandakan puluhan rumah penduduk di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (2/11) siang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Abraham Manafe, mengatakan, laporan dari petugas di lapangan menyebutkan sekitar 40 rumah penduduk mengalami rusak berat, sedang, dan ringan. Musibah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

"Data kerusakan rumah belum final karena petugas masih melakukan pendataan di lapangan. Angka sementara sekitar 40 rumah," kata Abraham.

Petugas yang diterjunkan ke lapangan untuk membantu warga yang terkena musibah juga berasal dari Dinas Sosial NTT dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Kepala BPBD NTT, Tini Thadeus, mengatakan, pihaknya juga telah merjunkan petugas ke lokasi bencana. Puting beliung merusak mayoritas atap rumah penduduk dan menerbangkan atap rumah. Namun, petugas masih menunggu laporan musibah tersebut dari kelurahan lain. Warga yang rumahnya roboh telah mengungsi ke rumah tetangga.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun El Tari Kupang mengeluarkan peringatan kepada warga untuk mewaspadai fenomena cuaca ekstrem yang melanda daerah itu.

Puting beliung merupakan sebuah kolom udara yang berputar di permukaan bumi sebagai produk dari awan cumulonimbus yang bersifat merusak.

Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ni Putu Nonik Prianti, mengatakan, karakteristik puting beliung yakni sehari sebelumnya udara terasa panas dan pengap, kemudian pada pagi hari sekitar pukul 10.00 terjadi pertumbuhan awan vertikal yang gelap cepat.

"Selanjutnya terbentuk awan cumulonimbus yang besar, hitam, dan gelap, yang kemudian ranting dan dedaunan bergoyang kencang yang semakin lama semakin kencang dan terjadi puting beliung," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya