Berkunjung ke Alwasliyah, Effendi Soroti Bahaya Narkoba

Micom
01/11/2017 20:29
Berkunjung ke Alwasliyah, Effendi Soroti Bahaya Narkoba
(Ist)

ANGGOTA DPR dari Komisi I Effendi Muara Sakti Simbolon berkunjung ke Alwasliyah, Selasa (31/10).

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti soal bahaya narkoba yang saat ini sudah merupakan industri, bukan lagi penyakit sosial. Effendi menjawab hal itu saat berdialog dengan Pengurus Wilayah Alwasliyah Sumatra Utara menjawab pertanyaan dari salah satu pengurus.

Saat bersilaturahim dengan pengurus Al Wasliyah, Selasa kemarin, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu sangat prihatin dengan penyakit sosial yang kini sudah menjadi industri.

"Kita jangan terkecoh dengan penyakit sosial ini. Karena selama ini kita hanya menilai akibat dari penyakit sosial itu menimbulkan kekurangan di dalam motorik yang membuat perilaku menyimpang. Seolah-olah itu adalah kesalahan dari kita, lalu dianggap sebagai penyakit," katanya di Kantor PW Alwasliyah, Jalan SM Raja Medan.

Melalui keterangan kepada media, Rabu (1/11), kedatangan Effendi Simbolon disambut oleh pengurus Alwasliyah, seperti Ketua PW Alwasliyah Sumut, Saiful Akhyar Lubis, Sekretaris Gerakan Pemuda Alwasliyah, M Nusyam, Ketua Ikatan Pelajar Alwasliyah, Muhammad Fadhillah, dan Ketua Pusat Angkatan Putri Alwasliyah, Maryam Sahar.

Karena narkoba sudah menjadi industri, maka masyarakat harus segera keluar. Berbeda dengan masa lalu, katanya, di mana orang menanam ganja untuk obat tetapi saat ini dikemas dan sudah jadi barang industri.

Pemerintah, lanjut Effendi, sudah berupaya memberantas peredaran narkoba. Bahkan TNI dan Polri juga sudah mengeluarkan sanksi kepada oknum yang terlibat dalam memakai dan mengedarkan narkoba.

"Bahkan sudah ada pemecatan baik oleh TNI dan Polri yang dilakukan bagi oknum yang terlibat narkoba," katanya.

Narkoba yang kini telah menjadi industri, lanjutnya, sangat merugikan negara. Bisa dibayangkan jika seorang saja menghabiskan Rp1 juta per bulan untuk membeli narkoba, ada Rp5 triliun uang beredar untuk barang haram perusak bangsa tersebut.

Sebelumnya, saat bersilaturahim dengan Ikatan Keluarga Jawa Marelan (IKJM), Persatuan Jawa Bersatu (PJB), Kelompok Tani Enggal Mukti, dan Guru Bantuan, Effendi menerima keluhan soal maraknya peredaran narkoba. Barang haram itu bakal merusak generasi bangsa bahkan anak sendiri.

Pada kesempatan itu, Effendi yang memiliki empat putra itu menyampaikan seorang pemimpin sebaiknya memiliki ketegasan dalam memberantas narkoba. Ia menyontohkan Filipina, yang mana pemimpinnya membuat ketegasan bagi siapa pun yang terlibat narkoba harus ditembak mati.

"Tidak peduli apakah itu anaknya yang terlibat narkoba, ditembak mati. Dengan ketegasan itu, peredaran narkoba turun drastis. Namun, elektabilitas pemimpinnya menjadi naik," ucapnya.

Menyambut kedatangan legislator dari PDIP itu, Ketua PW Alwasliyah Sumut, Syaiful Akhyar, menyambut dengan aspirasi positif. Ia mengatakan bahwa Alwasliyah bukan organisasi politik tapi orgnaisasi kemasyarakatan Islam. Sehingga prinsip-prinsip kemasyarakatan dan sosial harus berlaku untuk menjalankan seluruh program.

"Alwasliyah memiliki empat program yakni pendidikan dakwah, amal sosial, perekonomian umat," ucapnya.

Alwasliyah, katanya, tidak memandang perbedaan bagi siapa pun yang ingin bersilaturahim bahkan ingin membangun daerah.

"Effendi Simbolon adalah wakil rakyat, putra daerah yang ingin kembali membangun daerah. Siapa saja yang ingin bersilaturahmi dan membantu Alwasliyah, tentu saja kami sangat menyambutnya," ucapnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya