Pemkab Karawang Minta Buruh Ajukan Upah Realistis

Cikwan Suwandi
01/11/2017 19:29
Pemkab Karawang Minta Buruh Ajukan Upah Realistis
(ANTARA)

PENGAJUAN kenaikan upah tinggi yang disampaikan kalangan buruh harus realistis agar iklim investasi tetap terjaga dengan baik, kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi Sutisna, Rabu (1/11).

"Pengajuan kenaikan upah tinggi yang tidak realistis, menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar. Itu harus diperhatikan oleh buruh," katanya di Karawang, Jawa Barat.

Dikatakannya, buruh yang mengajukan upah itu harus juga memperhatikan buruh-buruh yang bekerja di perusahaan sektor tekstil, sandang, dan kulit (TSK).

Perusahaan yang bergerak di sektor TSK ini paling banyak menyerap tenaga kerja. Umumnya, perusahaan TSK banyak yang tidak sanggup membayar upah tinggi.

"Jadi saya minta teman-teman buruh untuk realistis dalam mengajukan upah. Tolong perhatikan teman-teman TSK, yang rata-rata perusahaannya tidak sanggup untuk membayar kenaikan upah yang sangat tinggi," katanya.

Ia menyontohkan, dengan upah minimum kabupaten (UMK) Karawang tahun 2017 yang mencapai Rp3,6 juta, itu sudah banyak sejumlah perusahaan sektor TSK tidak kuat mempertahankan perusahaannya. Akibatnya, perusahaan TSK itu memilih untuk hengkang dari Karawang.

Menurut dia, saat perusahaan pindah atau gulung tikar, banyak juga yang dirugikan. Selain merugikan buruh, ekonomi juga akan tersendat.

"Banyak pula warung yang harus tutup di sekitar perusahaan, lalu tukang ojek, tempat kos-kosan, mereka akan terkena dampak jika perusahaan gulung tikar," katanya. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya