Pascagempa, Pelayanan Bandara Pattimura Ambon Tetap Normal

Hamdi Jempot
01/11/2017 18:49
Pascagempa, Pelayanan Bandara Pattimura Ambon Tetap Normal
(ANTARA FOTO/Jimmy Ayal)

MESKI terjadi kerusakan di sejumlah fasilitas Bandara Pattimura Ambon akibat gempa beruntun Selasa (31/10) malam, PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Pattimura Ambon memastikan pelayanan dan kegiatan operasional bandar udara tersebut tetap berjalan normal.

Keputusan manajemen untuk tetap mengoperasikan dan memberikan pelayanan seperti biasa diambil berdasarkan hasil penilaian kerusakan dan inspeksi terhadap fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside) Bandara Pattimura Ambon yang dilakukan sejak terjadi guncangan gempa hingga Rabu (1/11) pagi.

"Berdasarkan assesmen yang telah dilakukan dan kepercayaan penuh terhadap analisis dan prediksi yang dikeluarkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), kegiatan operasional dan pelayanan Bandara Pattimura Ambon tetap berjalan seperti biasa," kata General Manager Bandara Pattimura Ambon, Amirudin Florensius, saat memberikan keterangan di kantornya, Rabu (1/11) siang.

Amirudin didampingi General Manager Airnav Indonesia Cabang Ambon, Dheny Purwo Hariyanto, dan Kepala BMKG Stasiun Pattimura, Sugeng Winarko.

Damage assesment (penilaian kerusakan) merupakan tahap yang dilakukan setelah terjadi bencana alam, termasuk gempa, untuk menilai kelayakan fasilitas bandara untuk beroperasi. Tahap ini merupakan bagian dari prosedur Airport Disaster Management Plan (ADMP) yang dikembangkan Angkasa Pura I untuk mengantisipasi dampak bencana terhadap kegiatan pelayanan bandara dan pemulihannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa terjadi dengan pusat gempa kurang lebih 38 kilometer sampai 50 km barat daya Pulau Ambon antara pukul 18.31 WIT hingga 19.37 WIT dengan intensitas antara 5,2 skala Richter hingga 6,2 SR sebanyak 6 kali pada Selasa kemarin dan diikuti dengan rangkaian lainnya dengan intensitas lebih kecil mulai dini hari hingga Rabu siang. Gempa ini turut dirasakan di lingkungan Bandara Internasional Pattimura.

Amirudin menyatakan, gempa ini juga mengakibatkan kerusakan ringan di beberapa titik, baik di terminal bandara maupun kantor administrasi Bandara Pattimura. Beberapa kerusakan di area bandara yaitu sedikit genting terminal yang rontok, sejumlah plafon di jalur kedatangan dan keberangkatan sisi udara yang rontok, kaca menara yang pecah, dan prasasti di Gate 3 yang pecah.

"Namun kerusakan ringan tersebut tidak menimbulkan gangguan yang berarti terhadap kelangsungan operasional Bandara Pattimura sehingga pelayanan bandara tetap berjalan seperti biasa," kata Amirudin.

Terkait kerusakan ringan tersebut, saat ini pengelola Bandara Pattimura Ambon masih melakukan perbaikan.

"Perbaikan terhadap kerusakan ringan akibat kejadian force majeure (keadaan alam) ini masih dilakukan dan akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan. Kami mohon maaf kepada penumpang dan calon penumpang pesawat udara atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kegiatan perbaikan ini," terangnya.

Ia juga menyatakan, berkaitan dengan kemungkinan terjadi gempa susulan, pihaknya mengimbau kepada pengguna jasa agar tetap tenang sekaligus waspada selama berada di lingkungan bandara.

"Kami mengimbau agar dalam situasi darurat selama berada di lingkungan Bandara Pattimura, pengguna jasa selalu mengikuti arahan petugas kami di lapangan dan menyempatkan diri untuk mencari tahu jalur evakuasi dan titik kumpul di sekitar lingkungan Bandara Pattimura," katanya.

Sementara itu, General Manager Airnav Indonesia Cabang Ambon, Dheny Purwo Hariyanto, menyatakan, kaca menara pengatur lalu lintas udara (ATC) pecah sehingga tidak bisa digunakan lagi. Namun, pihaknya menerapkan prosedur rencana kontingensi dalam merespons suatu peristiwa sehingga masalah tersebut bisa diatasi.

Dheny mengatakan, pelaksanaan rencana kontingensi lewat berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I dan BMKG Stasiun Pattimura ternyata membuahkan hasil yang cukup bagus. Yang mana, menurut dia, hingga Rabu pukul 13.00 WIT tercatat ada 23 pergerakan pesawat, terdiri atas 12 keberangkatan dan 11 kedatangan pesawat.

"Dari 12 keberangkatan pesawat itu hanya tiga yang mengalami delay, penundaan keberangkatan dan itu tidak lama hanya 15 hingga 20 menit saja. Delay terlama itu Garuda karena force majeure," kata Dheny.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Enrico Matitaputy, menyebutkan, akibat gempa tersebut tercatat kerusakan ringan di sejumlah lokasi. Yakni, Bandara Pattimura Ambon, Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon, pusat perbelanjaan Maluku City Mall (MCM), dan dua bangunan sekolah di Kota Ambon.

Sementaraitu, atap plafon MCM yang ambruk sudah mulai dibersihkan. Sejumlah toko di lantai atas pusat pertokoan itu sudah dibuka lagi setelah membersihkan puing-puing material atap plafon yang ambruk tersebut. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya