Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI terjadi peristiwa jatuh atau ambruknya girder jembatan layang di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) pada Minggu (29/10) lalu. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Tol Paspro Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan pihak pelaksana PT Waskita Karya memastikan bahwa pengerjaan tol sepanjang 31,3 kilometer tetap berlangsung.
Hal itu disampaikan PPK Pembangunan Tol Paspro Kementerian PUPR, Agus Minarno, dan Project Manajer Pembangunan Tol Paspro PT Waskita Karya, Kadek Oka Suartama, di Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (1/11).
"Pekerjaan yang dihentikan hanya sekitar lokasi kejadian, sepanjang sekitar 100 meter. Padahal, Tol Paspro yang dibangun sepanjang 31,3 km. Jadi masih sangat banyak pekerjaan yang bisa ditangani dan bahkan progres total sudah mencapai 47,63%," kata Project Manajer Pembangunan Tol Paspro PT Waskita Karya, Suartama.
Adapun pekerjaan di lokasi jatuhnya girder di Desa Dawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, sengaja dihentikan oleh pihak pelaksana, untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada pihak kepolisian guna melakukan penyidikan.
“Hingga saat ini, kondisi di lokasi tempat kejadian, masih tetap seperti semula sejak terjadinya peristiwa itu. Kami patuh dan menunggu keputusan dari pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Jatim yang sudah menanganinya," imbuhnya.
Tol Paspro sepanjang 31,3 km, terbagi dalam tiga seksi. Seksi satu sepanjang 7,1 km dari Grati-Nguling, dengan pengerjaan telah mencapai 49%. Sedangkan seksi dua sepanjang 6,9 km dari Nguling-Wonoasih mencapai 40%, dan seksi tiga sepanjang 17,3 km dari Wonoasih-Leces, mencapai 60%. Sehingga total pengerjaan mencapai 47,63%.
Sedangkan rincian pekerjaan yang terselesaikan, meliputi pekerjaan timbunan tanah sepanjang 12 km, pekerjaan agregat untuk pondasi tol sepanjang 10,8 km. Pekerjaan lantai kerja (lean concrecete) sepanjang 5,5 km dan pekerjaan pengerasan beton (rigid pavement) sepanjang 0,8 km.
"Selain itu dari total 28 jembatan yang harus dibangun, enam jembatan di antaranya sudah ada. Hasilnya sangat baik," kata Suartama.
Ia juga menyampaikan bahwa kontrak pembangunan Tol Paspro oleh PT Waskita Karya berakhir pada Desember 2018 mendatang. Namun, pihaknya mengupayakan percepatan penyelesaian pada Juli 2017 nanti.
"Sebenarnya dari skedul percepatan yang kami buat, semestinya saat ini bisa mencapai 65%. Namun belum bisa terpenuhi, karena kendala belum terbebasnya sejumlah lahan. Sehingga untuk semestinya jarak yang ditempuh hanya 5 km, terpaksa jarak menjadi lebih jauh hingga mencapai 20 km," urai Suartama.
Sementara, PPK Pembangunan Tol Paspro Kementerian PUPR, Agus, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan akan tetap dilaksanakan. Dan pada akhir Desember 2017 nanti, pembangunan Tol Pas-pro ditargetkan mencapai 75%.
"Target percepatan, Tol Paspro selesai pada Juli 2018 nanti dan sudah beroperasi. Sadangkan saat mudik Lebaran 2018, Tol Paspro bisa difungsikan untuk sementara oleh pemudik," ujar Agus.
Dengan target percepatan itu, pembangunan tol terus berlangsung.
"Bahkan kegiatan lain yang menunjang pembangunan tol juga harus dilaksanakan oleh pelaksana. Seperti saat ini dan selanjutnya, pelaksana tol menggelar pengobatan gratis untuk warga terdampak di lokasi sekitar pembangunan tol Desa Pakistaji Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo," pungkas Agus. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved