Berbagi Energi di Pelosok Negeri dengan Inovasi Teknologi

Liliek Dharmawan
30/10/2017 12:33
Berbagi Energi di Pelosok Negeri dengan Inovasi Teknologi
(Teknologi Hybrid Energi One Pole (Heop) yang menggabungkan antara panel surya dan kincir angin mulai menerangi Dusun Bondang, Desa Ujung Alang, Kec. Kampung Laut, Cilacap, Jateng. -- MI/Liliek Dharmawan)

MENJELANG magrib, langit mulai gelap. Sejumlah warga di Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) menghidupkan lampu. Ada yang menghidupkan teplok atau lampu berbahan bakar minyak, ada juga lampu LED yang bersumber dari aki. Ada sebagian rumah yang menyalakan lampu dari listrik. Tetapi nyala listrik biarpet, karena jaringan listriknya tidak stabil.

Sebagai wilayah yang terpencil, karena lokasinya harus dijangkau dengan perahu sekitar 2,5 jam dari Dermaga Sleko di Cilacap, Dusun Bondan memang belum dialiri listrik dari jaringan PLN secara resmi. Sebagian warga menggunakan jaringan listrik PLN dengan cara cara menarik kabel sejauh 5 kilometer (km). Karena jauh itulah, maka dampaknya daya listriknya tak bisa stabil. Nyalanya kadang terang, tetapi kemudian redup.

"Tidak mudah memang menjadi warga di Dusun Bondan. Daerah ini merupkan salah satu pelosok negeri. Karena dusun ini letaknya di areal hutan mangrove, maka akses utamanya adalah dengan perahu. Di sini, ada 74 keluarga yang menghuni. Secara resmi, listrik PLN memang belum masuk, sehingga warga di sini sejak tahun 2010 lalu menarik aliran lstrik dengan menggunakan tiang-tiang kayu sejauh 5 km," ungkap salah seorang warga Dusun Bondan, Apudin, 45, kepada Media Indonesia, pekan lalu.

Menurut Apudin, aliran listrik yang ditarik dengan kabel secara mandiri oleh warga sesungguhnya cukup berbahaya. Apalagi, kabel yang ditarik hanya menggunakan tiang-tiang kayu melewati tanah di rawa-rawa. Itu pun hanya digunakan untuk 24 keluarga. Sebanyak 50 keluarga lainnya menggunakan pelita dari minyak maupun lampu LED dengan batu baterai.

"Begitu juga dengan fasilitas umum seperti SD Negeri Filial Ujung Alang 01 di Bondan maupun masjid, belum tersentuh listrik. Untuk kumandang azdan saja masih belum dapat memakai pengeras suara," ungkapnya.

Cerita Dusun Bondan agak berubah setelah sejak Februari lalu, ketika Serikat Pekerja Patra Wijayakusuma (SP PWK) Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap membawa teknologi Hybrid Energi One Pole (Heop). Teknologi inovatif itu menggabungkan panel surya dengan kincir angin yang kemudian menghasilkan listrik.

"Pada saat awal ada tawaran bantuan, saya bursama warga sangat antusias. Ternyata, teknologi tersebut awet dan tetap berfungsi sampai sekarang. Teknologi itu sangat pas bagi Dusun Bondan, karena cukup sinar matahari dan tiupan angin," ujarnya.

Karena sebagai pilot project, SP PWK Pertamina RU IV Cilacap baru membantu satu tiang panel surya dan kincir angin. "Rumah saya kini mendapat pasokan listrik dari teknologi itu. Ada juga rumah Pak Atam dan Aming. Selain itu, pasokan listrik juga digunakan untuk masjid serta tempat pertemuan warga. Dari pengalaman selama beberapa bulan ini, pengelolaannya gampang dan tidak ada persoalan," kata Apudin yang ditunjuk sebagai pengelola.

Dengan adanya teknologi itu, maka manfaatnya langsung dirasakan oleh warga. "Pada saat menggunakan listrik, saya harus mengeluarkan uang Rp62 ribu per bulan. Kalau sekarang sudah gratis. Apalagi jaringan listriknya lebih aman," tuturnya.

Warga lainnya, Aming, 35, menambahkan teknologi penghasil energi dari panel surya dan kincir angin memang cocok untuk dusun setempat. "Sebelum ada bantuan ini, warga di sini hanya pasrah saja dengan menikmati listrik biarpet. Bahkan, kalau malam dusun begitu gelap. Namun, saat sekarang sudah mulai terbit terang kalau malam," katanya.

Salah seorang pengurus SP PWK Pertamina RU IV Cilacap Sunaryo Adi P mengungkapkan, sesungguhnya teknologi untuk Dusun Bondan itu melalui proses panjang.

"Menjelang akhir tahun 2016 lalu, kami menyelenggarakan kompetisi karya ilmiah mahasiswa inovatif. Kami meminta kepada mahasiswa untuk menciptakan inovasi dalam teknologi terapan untuk masyarakat pesisir. Macam-macam yang ikut serta. Salah satu pemenangnya adalah STT PLN Jakarta yang membuat makalah mengenai teknologi panel surya dan kincir angin tersebut. Kami juga menantang mereka untuk langsung mengeksekusi penemuannya di lapangan. Di sisi lain, kami mencari daerah yang cocok untuk penerapan teknologi itu. Dusun Bondan jadi pilihan," kata Adi.

Dijelaskannya, ternyata teknologi Heop benar-benar cocok sebagai teknologi terapan masyarakat pesisir. Dusun Bondan cocok, karena selain daerahnya terpencil, wilayahnya cukup sinar matahari dan tiupan angin.

"Setelah dipasang, benar-benar mampu menghasilkan listrik yang kini digunakan untuk dua fasilitas umum yakni masjid dan tempat pertemuan serta tiga rumah penduduk. Kami menyerahkan pemeliharannya kepada warga. Setelah delapan bulan jalan, teknologi itu dimanfaatkan betul oleh masyarakat. Mereka melakukan perawatan dengan baik. Yang tak kalah penting adalah kesadaran warga untuk terus menjaganya," ungkapnya.

Melihat perkembangan baik di Dusun Bondan, SP PWK Pertamina meminta manajemen Pertamina RU IV untuk ikut andil dalam memperbanyak teknologi tersebut, sehingga menjangkau lebih luas lagi rumah warga.

Ketua SP PWK Pertamina RU IV Cilacap Eko Sunarno mengatakan manajemen menyambut apa yang menjadi ide dari SP PWK. "Mulai pekan ini, dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina, ada 14 titik lagi yang bakal dibangun instalasi Heop. Selain itu, ada 14 panel surya untuk kompleks rumah yang jaraknya jauh. Jadi, nantinya ada 14 rumah yang dipasangi panel surya, dam 14 titik instalasi Heop. Dengan membangun instalasi tersebut, maka jaringan listrik akan mampu menerangi seluruh rumah di Dusun Bondan," ujarnya.

Eko mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Pertamina di dusun setempat tak semata berbagi energi untuk daerah di negeri ini yang tergolong pelosok. Tetapi sesungguhnya itu juga sejalan dengan visi perusahaan untuk terus mengkampanyekan energi terbarukan.

"Pertamina RU IV tak hanya memasok 60% kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Jawa saja, melainkan punya tugas lainnya yakni berbagi energi untuk daerah pelosok negeri serta memasyarakatkan energi baru terbarukan. Seperti yang dilakukan di Dusun Bondan," kata Eko.

Hanya dalam hitungan bulan, Dusun Bondan bakal melangkah dari kegelapan menuju terang. Dengan inovasi teknologi, kampung itu menuju dusun mandiri energi. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya