SEBUAH kapal jenis landing craft tank (LTC) Bahari Sentoso tenggelam di kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Maluku, kemarin, saat mengeruk pasir akibat sedimentasi di kawasan pelabuhan.
Upaya evakuasi kapal tidak bisa dilakukan karena sebagian badan kapal sudah karam. Awalnya, lambung kanan kapal masuk air, sehingga air memenuhi badan kapal sehingga membuat sebagian badan kapal dengan bobot 291 gross ton (GT) itu karam di kawasan pelabuhan.
Menurut nakhoda kapal Dedi Setiawan, kapal tenggelam karena tidak bisa menahan keseimbangan alat berat yang ada di atas kapal. "Kapal tenggelam karena kita asyik mengeruk pasir sehingga sedimentasi di bawah kapal menjadi curam. Akibatnya, kapal kehilangan keseimbangan dan tenggelam," kata Dedi, kemarin.
Hingga kini, upaya evakuasi badan kapal itu tidak bisa dilakukan. Sebuah kapal tongkang milik PT Pelindo Ambon yang dikerahkan untuk menarik kapal itu gagal karena sebagian badan kapal sudah karam. Di atas kapal yang karam itu terdapat puluhan ton pasir hasil pengerukan dan sebuah alat berat yang digunakan untuk mengeruk pasir.
Akibat peristiwa itu, aktivitas lalu lintas pelayaran kapal-kapal besar di pelabuhan terganggu, karena badan kapal tersebut karam di dekat dermaga pelabuhan itu.
Di Jawa Tengah, Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi mulai kemarin hingga 12 Maret mendatang, sebab ketinggian gelombang di samudra dapat mencapai 4 meter, sedangkan di pantai 3,5 meter.
Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Nurmaya mengungkapkan gelombang tinggi diperkirakan melanda perairan sebelah selatan Jateng dan DIY mulai dari Cilacap, Kebumen, Purworejo hingga Yogyakarta.
"Ketinggian gelombang di samudra dapat mencapai 4 meter, sedangkan di pantai ketinggiannya maksimal 3,5 meter," jelas Nurmaya, kemarin.
Di sisi lain, tekanan udara rendah di Selatan Jawa Timur dan di Samudra Pasifik Timur Australia mengakibatkan hujan deras disertai petir di wilayah Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Masyarakat pun diminta waspada terhadap gangguan cuaca jangka pendek yang sedang terjadi. (HJ/LD/AT/N-1)