Peringati Sumpah Pemuda, BUMN Hadir di Kampus 28 PTN

Micom
28/10/2017 21:42
Peringati Sumpah Pemuda, BUMN Hadir di Kampus 28 PTN
(Ist)

DALAM rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar kegiatan 'BUMN Hadir di Kampus' secara serentak di 28 universitas/perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Kegiatan itu melibatkan 50 perusahaan BUMN sekaligus memperkenalkan peran dan fungsi BUMN kepada sivitas akademika dan mahasiswa.

BUMN Hadir di Kampus mengusung tema 'Membangun Ekonomi Indonesia Berkeadilan'. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bersama dengan PT Danareksa, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) turut memeriahkan kegiatan tersebut di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kesempatan kuliah umum di hadapan 1.000 mahasiswa Unair, Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam, mengatakan bahwa kampus merupakan pusat di mana lahirnya para pemimpin bangsa, selain banyak perubahan-perubahan besar yang berasal dari kampus.

"Untuk itu, kami hadir di kampus untuk memberikan pengetahuan tentang BUMN, karena kampus wajib mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya," ujar Asmawi di hadapan mahasiswa Unair.

"BUMN merupakan salah satu pilar ekonomi bangsa, dan kami juga merupakan produk dari perguruan tinggi. Saya berharap para mahasiswa dapat bergandengan tangan karena Indonesia memerlukan pemikiran dari generasi muda untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik lagi, ke depan," lanjutnya.

Guna membangun ekonomi Indonesia yang berkeadilan, BUMN terus mendukung program pemerintah untuk membangun Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 guna mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur.

"Komitmen nyata BUMN diwujudkan dalam kontribusi secara langsung dalam pertumbuhan perekonomian nasional melalui belanja kapital (capital expenditure/capex) maupun belanja operasi (operational expenditure/opex) yang terus mengalami peningkatan secara signifikan," ujar Asmawi.

Lebih lanjut ia memaparkan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia cukup banyak, tetapi persoalannya saat ini ialah UMKM mengalami hambatan saat memperoleh pendanaan. Namun, pemerintah telah mempunyai solusi yaitu dengan adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang membantu para UKM dalam membangun dan mengembangkan usahanya.

Asmawi menambahkan, demografi di Indonesia menjadi salah satu permasalahan produktivitas ekonomi yang belum merata, padahal Indonesia memiliki produktivitas yang cukup besar. Secara umur mereka produktif, tetapi secara ekonomi mereka belum produktif.

Lantas menyoal yang upaya yang telah dilakukan BUMN, ia menjelaskan bahea BUMN membantu konektivitas dan daya saing dan juga insfrastruktur pendukungnya yaitu membangun konektivitas laut, darat, serta udara.

"Guna mendorong keadilan sosial, BUMN terus mengeksekusi beberapa program untuk mewujudkan kemandirian ekonomi kemasyarakatan," tambahnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya