Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluhkan Indonesia yang dibangun dengan spirit Proklamasi dan gagasan indah tentang masyarakat yang damai, adil dan makmur, kini terancam menuju titik api perseteruan.
"Sungguh, awal dari sebuah perpecahan! Kebencian memang selalu tragis. Ia menorehkan luka bagi yang membenci maupun yang dibenci. Ia memecah kepribadian, menggores jiwa bangsa dan meretakkan semangat kebhinneka tunggal ikaan," kata Sri Sultan di hadapan ribuan warga Yogyakarta khususnya kalangan mahasiswa dan perguruan tinggi, di Stadion Mandala Krida, Sabtu (28/10).
Orasi Kebangsaan bertajuk Gemakan Suara dan Tanamlah Ruh Kebangsaan, Satukan Indonesia itu, Sri Sultan lebih lanjut mengungkapkan kini rakyat banyak yang mempertanyakan, mengapa rasa damai selalu terusik oleh radikalisasi dan intoleransi. Sampai kapan hujatan, kebencian dan kebohongan itu terhenti oleh nurani?
"Mengapa Bumi Nusantara yang bhinneka ini selalu bergolak tersulut oleh mereka yang mendua hati? Bukankah kita dambakan harmoni bukan antagoni, damai daripada bertikai? Andaikan sejarah cermin rujukan, bukankah setiap kita adalah satu hati bagi NKRI," tutur Sri Sultan.
Dalam kesempatan itu, ribuan mahasiswa Yogyakarta juga melakukan deklarasi menolak radikalisme dan intoleransi.
Sebelumnya Ketua SC Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme Pardiman menegaskan, seluruh rektor di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme.
Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta ini mengemukakan, deklarasi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia dengan tema 'Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme' di Nusa Dua Bali, 25-26 September 2017.
Selain diikuti seluruh rektor perguruan tinggi se-DIY. Acara yang digelar serentak di seluruh Indonesia itu diperkirakan juga akan dihadiri 25.000 perwakilan mahasiswa di Yogyakarta.
Menurut Pardiman, deradikalisasi penting untuk terus digaungkan di Indonesia. Terkait hal itu, rektor serta masyarakat kampus lainnya, memiliki peran efektif untuk mendorong gerakan di tingkat masyarakat.
"Tindak lanjutnya antara lain kampus akan mendirikan berbagai pusat studi yang memiliki peran strategis menangkal paham-paham radikal di Indonesia," jelasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved