Salaman Produksi Beras Diabetes

MI
11/3/2015 00:00
Salaman Produksi Beras Diabetes
(MI/TOSIANI)
SEKELOMPOK petani di Desa Tanjunganom, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memproduksi beras dari varietas padi yang berguna untuk mengendalikan kadar gula darah. Varietas beras itu cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Produksi beras fungsional diabetes tersebut ditanam 25 petani dari dua kelompok di Desa Tanjunganom pada lahan seluas 10 hektare. Mereka terbagi dalam dua kelompok tani.

Produksi beras yang diberi label Dearice atau rice for diabetik (beras untuk penderita diabetes) ini, menurut Direktur Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Tanjungmulia Agronusa, Desa Tanjunganom, Sukarjono, baru mulai dipasarkan sejak sebulan terakhir.

Area pemasaran produk beras tersebut sudah mencapai Semarang, Jakarta, Kediri, dan Magelang. "Produksi kita sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak November 2014. Namun, hingga sampai pengepakan dan pemasaran baru dilakukan sebulan terakhir," ungkap Sukarjono di Magelang, kemarin.

Beras untuk penderita diabetes itu berasal dari varietas cisokan yang ditemukan Balai Besar Penelitian Tanaman Pangan Sukamandi, Jawa Barat. Salah satu dari lima jenis beras fungsional itu untuk penderita diabetes.

Setiap musim, beras cisokan diuji di laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memastikan bahwa indeks glikemik (IG) atau tingkat kecepatan karbohidratnya diserap tubuh menjadi gula darah di angka 44,4. "Jika kadar IG kurang dari 55, tergolong rendah," ujar Sukarjono.

Varietas cisokan memiliki keunggulan, antara lain umur lebih pendek daripada beras biasa, perlakuan lebih mudah, dan produksi lebih tinggi. Umur varietas cisokan mencapai 110 hari, sedangkan beras biasa rata-rata 125 hari. Produktivitas beras cisokan mencapai 8,2 ton per hektare.

Varietas itu dibudidayakan secara organik. Saat ini beras Dearice telah memperoleh beberapa sertifikat mutu. Antara lain sertifikat mutu internasional dari Bogor, dari Kementerian Pertanian, dan dari UGM.

Produksi saat ini mencapai 1.000 kantong per bulan. Tiap satu kantong berisi 1 kilogram beras seharga Rp30 ribu.

Direktur Utama BUMP Tanjungmulia Agronusa, Ahmad Syafii, mengatakan pilihan memproduksi beras fungsional untuk diabetes dilakukan setelah mencermati penderita penyakit diabetes di Indonesia terus meningkat. (TS/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya