Titik Panas kembali Terpantau di 11 Kabupaten Kalteng

Surya Sriyanti
23/10/2017 18:14
Titik Panas kembali Terpantau di 11 Kabupaten Kalteng
(ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

SEJAK awal Oktober 2017, wilayah Kalimantan Tengah sudah memasuki musim penghujan dan titik panas kebakaran hutan dan lahan sudah tidak lagi terpantau. Namun, Minggu (22/10) kemarin, titik panas terlihat kembali muncul di 11 kabupaten di Kalteng.

Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangkaraya memperkirakan potensi karhutla akan terjadi hingga Selasa (24/10) besok.

Berdasarkan data BMKG Palangkaraya, titik panas yang ditemukan pada Minggu terjadi di 11 kabupaten dengan tingkat kepercayaan antara 10-89%.

Misalnya Kabupaten Kapuas ditemukan 7 titik panas dengan tingkat kepercayaan 22-82%, Katingan ditemukan 4 titik panas, Seruyan dan Pulang Pisau 3 titik panas, Kotawaringin Barat dan Barito Selatan 2 titik panas, sertan Barito Timur, Barito Utara, Gunung Mas, Lamandau, dan Murung Raya masing-masing 1 titik panas.

Prakirawan BMKG Palangkaraya, Liani ketika, ketika dihubungi Senin (23/10) membenarkan adanya potensi karhutla dua hari ke depan akan terjadi di Kalteng dan munculnya sejumlah titik panas.

"Berdasarkan data perkiraan BMKG terhadap kemudahan kebakaran hutan dan lahan akan terjadi hingga Selasa besok, 24 Oktober 2017 karena perkiraan kita untuk tiga hari ke depan," ujarnya.

Daerah yang berpotensi lahan dan hutannya rawan terbakar itu ialah bagian timur, tengah, dan barat Kalteng yang meliputi daerah Kota Palangkaraya, Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, dan Lamandau.

"Karena menurut perkiraan BMKG tiga hari ke depan potensi hujan yang kurang dari hari sebelumnya sehingga membuat lahan kembali kering dan berpotensi untuk terbakar," jelas Liani.

Dalam dua pekan terakhir, Kota Palangkaraya belum diguyur lagi hujan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya