Ujian Sekolah Dihentikan akibat Banjir Rendam Desa Sitiarjo

Bagus Suryo
19/10/2017 19:27
Ujian Sekolah Dihentikan akibat Banjir Rendam Desa Sitiarjo
(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

BANJIR yang melanda Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengganggu aktivitas belajar siswa. Ujian tengah semester pun terpaksa ditunda lantaran sejumlah sekolah yang berada di wilayah itu masih terendam.

Kendati banjir sudah surut, ruang kelas belum bisa digunakan untuk belajar. Akibatnya, siswa diliburkan. Karenanya, warga dibantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan gotong royong membersihkan rumah-rumah warga, sekolah, masjid, musala, dan lingkungan sekitar.

"Puluhan anggota Polres Malang beserta TNI membantu warga Sitiarjo, membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir," tegas Kepala Urusan Pembinaan Operasional Polres Malang, Inspektur Satu Mashudi, Kamis (19/10).

Personel TNI dan Polri sengaja datang ke lokasi banjir karena Desa Sitiarjo masuk kawasan darurat bencana. Saat terpantau, air sudah masuk di rumah-rumah yang berada di RT 26/RW 14 Dusun Krajan Kulon, Desa Sitiarjo, pada Rabu (18/10), personel Polres membantu mengevakuasi warga.

"Kami sudah melakukan evakuasi warga yang rumahnya terkena bajir dibantu rekan-rekan TNI, BPBD, serta perangkat desa dan tim medis dari Puskesmas terdekat," tegasnya.

Selain itu, petugas gabungan bersama wali murid, guru dan siswa juga membersihkan lumpur yang mengotori ruang kelas di SD Negeri 4 Sitiarjo dan sekolahan lainnya, agar bisa digunakan lagi untuk belajar.

Pascabanjir setinggi 2 meter di kawasan itu, BPBD mencatat sekitar 426 rumah warga terendam meliputi Dusun Krajan Kulon, Krajan Tengah, Krajan Wetan dan Rowo Terate. Sekarang, sebagian warga sudah kembali ke rumah masing-masing kendati petugas meminta mereka tetap di tempat penampungan sementara.

"Kami minta warga tetap meningkatkan kewaspadaan, sebab cuaca masih mendung," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setyono.

Warga diminta tetap tinggal di pengungsian sementara, kendati Sungai Panguluran sebelumnya meluap, kini sudah surut, guna mengantisipasi bencana susulan.

Itu sebabnya petugas gabungan tetap siaga di lokasi banjir. Adapun petugas PMI sejak Rabu (18/10) kemarin, sudah membuka dapur umum untuk membantu warga Desa Sitiarjo.

Sedangkan bantuan air bersih juga sudah disalurkan baik oleh BPBD maupun PDAM. Kepala Bagian Umum PDAM Kabupaten Malang, Eko Priyo Ardianto, menyatakan, pihaknya siap menyalurkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan dan permintaan warga.

"Tiga unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter sudah siap melayani warga bila sewaktu-waktu dibutuhkan," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya