Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AMUD Mahmudin, 36, warga Kampung Pasir Angin, Desa Mekarjata, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa diikat keluarganya di sebuah pohon. Ia diketahui sering mengamuk diduga mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya 13 tahun lalu.
"Dulu setelah bercerai, adik saya sempat berjualan dari mulai es krim hingga mainan anak-anak. Tapi makin ke sini, adik saya makin gak karuan. Dia kerap mengurung diri di kamar, apa-apa minta dilayani," kata Abunawas, 40, kakak Amud, kepada wartawan, Kamis (19/10).
Hampir dua tahun, Amud kerap mengurung diri di kamarnya. Terakhir, dia ke luar rumah saat malam Idul Fitri lalu. Ia pun sempat ikut salat Idul Fitri dan meminta maaf kepada seluruh keluarga.
"Setelah Lebaran itu sikapnya jadi berubah drastis. Adik saya sering ngamuk. Sekalinya ke luar rumah, adik saya sering ambil jajanan di warung tanpa membayar," tambahnya.
Dikisahkan, Amud bahkan pernah mencoba membakar rumah. Untungnya api bisa dipadamkan sehingga bangunan rumah keluarga tidak ludes terbakar. Atas kesepakatan keluarga, Amud akhirnya terpaksa diikat di sebuah pohon. Kedua tangannya dirantai karena pihak keluarga khawatir depresi Amud semakin menjadi.
"Sebetulnya kami juga sudah berupaya mengobatinya, tapi belum kunjung sembuh adik saya itu. Makanya, khawatir makin menjadi dan kami juga capek harus mengejar-ngejar kalau dia ke luar rumah, akhirnya kami ikat saja di pohon. Sudah hampir dua minggu kami ikat," terang Abunawas.
Dia berharap, adiknya bisa sembuh seperti sediakala. Apalagi sekarang ada aparat kepolisian dan kecamatan yang akan membantu pengobatan Amud.
"Kasihan kami juga melihat kondisinya. Mudah-mudahan saja kalau diobati terus-menerus bisa segera pulih dan berkumpul lagi dengan keluarga," tegasnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Mekarjaya, Bripka Udin, mengaku kaget saat menemukan salah seorang warga terikat di sebuah pohon. Waktu itu Udin seperti biasanya sedang berpatroli ke setiap kampung.
"Waktu itu saya langsung mencari tahu keluarganya," kata Udin.
Setelah bertemu dengan pihak keluarga, Udin mencari tahu kronologisnya. Ia mendapatkan informasi jika Amud terpaksa diikat karena keluarga sudah capek dengan sikap Amud yang mengalami depresi.
"Saya juga meminta keluarga melepaskan ikatan rantai. Awalnya sempat ditolak karena pihak keluarga takut Amud kembali ngamuk. Saya juga jelaskan ke pihak keluarga jika cara seperti itu tidak dibenarkan," tuturnya.
Udin mengaku langsung berkoordinasi dengan aparatur pemerintahan desa dan kecamatan setempat. Tujuannya agar warga tersebut dibantu dalam proses pembuatan kepesertaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
"Sekarang sedang diproses. Insya Allah nanti Amud akan kami bantu pengobatannya melalui medis agar lebih diperhatikan," tandas Udin. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved