Angin Kencang Melanda, Nelayan Kecil di Indramayu tidak Melaut

Nurul Hidayah
18/10/2017 22:57
Angin Kencang Melanda, Nelayan Kecil di Indramayu tidak Melaut
(thinkstock)

ANGIN kencang membuat nelayan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tidak melaut. Akibatnya, harga ikan melonjak akibat pasokannya minim.

Di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, perahu-perahu kecil nelayan terlihat ditambatkan di pinggir muara sungai. Sejumlah nelayan terlihat mengisi waktu luang dengan memperbaiki jaring maupun perahu mereka.

"Sudah dua minggu ini tidak melaut," kata Wadirin, seorang nelayan setempat.

Angin kencang yang bertiup saat ini menimbulkan gelombang tinggi di laut. Gelombang tinggi itu pun terkadang muncul sewaktu-waktu. Di musim pencaroba seperti saat ini, lanjut Wadirin, kondisi cuaca memang sudah diprediksi. Kondisi tersebut tentu berbahaya, khususnya untuk nelayan dengan kapal-kapal kecil seperti mereka.

"Jadi kami memilih untuk tidak melaut dahulu, menunggu cuaca membaik," kata Wadirin.

Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Dedi Aryanto, menjelaskan, jika saat ini nelayan kecil memang lebih banyak yang tidak melaut diaripada tetap memaksakan melaut.

"Cuaca belum stabil, nelayan jadi sulit mendapatkan ikan," kata Dedi.

Dampaknya, harga ikan di pasar tradisional pun mengalami kenaikan. Kenaikan harga ikan tersebut terjadi pada hampir semua jenis ikan laut. Seperti ikan kakap yang semula Rp20 ribu per kilogram, kini dijual seharga Rp25 ribu/kg, ikan tongkol yang semula Rp10 ribu/kg kini berada di kisaran harga Rp15 ribu hingga Rp20 ribu/kg.

"Harga ikan sudah naik dari bakulnya," kata Tarkinih, seorang pedagang ikan di Pasar Baru Indramayu.

Tingginya harga ikan laut tentu berdampak pada turunnya pembeli. Pembeli keberatan dengan harga ikan yang tinggi tersebut.

"Sekarang saja masih sepi, dagangan masih menumpuk," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya