Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Gabungan Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus dan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Daerah Sumatra Utara menangkap tangan 11 pejabat di jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Selasa (17/10).
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Langkat, SS, turut diringkus bersama 10 pejabat lainnya dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Sei Lepan, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat. Para pejabat ini ditangkap lantaran diduga menyelewengkan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Toga Panjaitan, di Gedung Ditreskrimsus Mapoldasu, Rabu (18/10), mengatakan, SS bersama sejumlah kepala sekolah dan guru di SMP negeri di Langkat karena diduga memotong dana BOS sebesar Rp10 ribu per siswa.
"Yang kami amankan itu kepala dinas, kepala sekolah, dan delapan guru di SMP negeri yang berbeda di Langkat. Mereka diduga memotong dana BOS yang seharusnya diberikan ke siswa sebanyak Rp10 ribu per siswa," katanya.
"Iya, benar, ada 11 orang yang kami amankan dari Dinas Pendidikan Langkat," tambah Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Putu Yudha.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, menambahkan, barang bukti yang diamankan berupa amplop berisi uang tapi belum dihitung jumlahnya dan beberapa unit ponsel serta dokumen lainnya.
Setelah menangkap kepala dinas dan 10 pejabat lainnya, tim gabungan polisi membawa mereka ke Mapoldasu untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.
"Dugaannya melakukan pungli dana BOS. Jadi, dana BOS yang seharusnya didistribusikan ke siswa dipotong. Tetapi untuk lebih jelasnya nanti saya kabari ke teman-teman media," ujar Toga Panjaitan. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved