Pria Paruh Baya Dijambret Saat Turun dari Angkot, Rp50 Juta Raib

Benny Bastiandy/Budi Kansil
18/10/2017 18:56
Pria Paruh Baya Dijambret Saat Turun dari Angkot, Rp50 Juta Raib
(thinkstock)

ADANG Suryana, 54, jadi korban penjambretan kawanan perjambret bersepeda motor, Rabu (18/10) siang. Warga Jalan Selakaso Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jawa Barat, harus kehilangan uang pencairan klaim asuransi sebesar Rp50 juta yang baru dibawanya dari sebuah bank di kota itu.

Berdasarkan informasi, aksi penjambretan terjadi saat korban baru saja turun dari sebuah angkutan kota jurusan Sukabumi-Sukaraja sekembali dari bank. Saat itu, Adang turun di ruas Jalan RA Kosasih.

Begitu ia menginjakkan kakinya di jalan setelah turun dari angkot, tiba-tiba muncul pengendara motor yang membonceng rekannya dan merupakan pelaku penjambretan. Mereka langsung memaksa menarik kantong plastik berisi uang sebesar Rp50 juta milik korban.

"Saya juga sempat bengong waktu itu. Pelaku memakai motor bebek. Pengendaranya menggunakan helm, sedangkan yang diboncengnya memakai kaos putih. Tak begitu jelas raut wajahnya," terang Adang kepada wartawan saat membuat laporan di Polsek Cikole, Rabu.

Adang menuturkan, ia sengaja tak langsung pulang ke rumahnya karena mampir dulu ke rumah saudaranya di Gang Mahmud, Jalan RA Kosasih. Uang klaim asuransi itu sebetulnya senilai Rp100 juta, tapi Adang membaginya menjadi dua kantong. Satu kantong senilai Rp50 juta dibawanya untuk keperluan renovasi rumah saudaranya. Sedangkan satu kantong lagi senilai Rp50 juta untuk dibawa istrinya.

"Saya satu angkot sama istri. Cuma waktu itu saya turun duluan. Kalau istri langsung pulang," jelasnya.

Kapolsek Cikole, Kompol Hariyanto, membenarkan adanya korban penjambretan yang melapor ke polisi. Saat ini, polisi masih mengidentifikasi pelaku berdasarkan keterangan korban dan saksi di lokasi kejadian.

"Kami sudah mewanti-wanti kepada masyarakat, kalau seandainya membawa uang dalam jumlah banyak dari bank, tidak ada salahnya meminta pengawalan aparat kepolisian. Tidak ada biaya apa pun, semuanya gratis," tegas Hariyanto.

Aksi serupa juga terjadi di Cianjur. Pada Selasa (17/10) kemarin sekitar pukul 13.30 WIB, Muhamad Sholeh, wartawan Istana Kepresidenan, menjadi korban aksi pecah kaca mobil. Saat itu, ia yang sedang berkunjung ke kantor salah satu media cetak lokal di Cianjur di Jalan KH Hasyim Ashari RT 003/011 Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur.

"Waktu itu saya mendengar suara kaca pecah. Begitu saya cek, kaca jendela pintu tengah mobil saya sudah pecah," terang Sholeh.

Sejumlah barang berharga di dalam mobil, seperti laptop serta surat dan berkas penting lainnya, raib digondol maling. Ia menaksir nilainya mencapai lebih dari Rp6 juta.

Aksi pecah kaca sebelumnya juga pernah terjadi pada Jumat (13/10) di salah satu halaman parkir pusat perbelanjaan modern di Jalan KH Abdullah bin Nuh di Cianjur. Korbannya, Rani, tercatat sebagai warga Cikaret, Jalan Siliwangi. Uang tunai senilai Rp6 juta yang baru dibawanya dari bank raib. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya