Sekolah Ambruk, 20 Siswa Belajar di Rumah Warga

Mohammad Ghazi
18/10/2017 15:59
Sekolah Ambruk, 20 Siswa Belajar di Rumah Warga
(ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

SEBANYAK 20 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mandala IV, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, terpaksa belajar di rumah warga setelah ruang kelas mereka ambruk akibat diterjang angin kencang.

Seluruh ruangan terpaksa dikosongkan karena kondisinya juga mengkawatirkan, termasuk ruang guru. Sebagian dinding kelas mulai retak dan langit-langitnya dikawatirkan runtuh.

Kepala SDN Mandala IV Ruspandi mengatakan, pihaknya terpaksa meminjam sebuah musala milik warga karena tidak mungkin meliburkan sekolah hingga dilakukan perbaikan.

"Memang tidak bisa maksimal, karena kondisinya darurat. Terutama saat cuaca mendung, konsentrasi kami pecah untuk mencari tempat yang lebih aman dari air," kata Ruspandi di Sumenep, Rabu (18/10).

Bangunan SDN Mandala IV ambruk pada Selasa (17/10) petang, bersamaan dengan hujan deras yang disertai angin kencang. Hampir seluruh bangunan di sekolah tersebut ambruk dan rusak parah, sehingga tidak bisa digunakan.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, karena kejadiannya berlangsung sore hari saat sekolah itu sedang kosong.

Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Ridai menuturkan, pemerintah setempat sedang mengkaji apakah akan melakukan perbaikan atau meregrouping sekolah tersebut karena jumlah siswanya yang sangat minim.

"Bangunan sekolah itu sudah cukup tua dan sudah waktunya dilakukan perbaikan. Tapi kami masih melakukan kajian apakah langkahnya perbaikan atau regrouping," tukasnya.

SDN Mandala IV hanya memiliki 20 siswa. Sebelum ambruk, hanya ada empat ruangan di sekolah itu. Tiga ruangan digunakan sebagai ruang belajar dengan cara menggabung dua kelas dalam satu ruang menggunakan sekat, dan satu ruangan sebagai ruang guru. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya