BPBD Klungkung Petakan 23 Desa Rawan Longsor

Ruta Suryana
17/10/2017 22:38
BPBD Klungkung Petakan 23 Desa Rawan Longsor
(Dok MI)

UNTUK mengantisipasi kondisi curah hujan yang makin meningkat dalam sepekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung memetakan 23 desa dan kelurahan yang rawan terjadi bencana longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung, Putu Widiada, menyebutkan, wilayah desa yang rawan longsor seperti di Desa Selisihan, Manduang, Selat, Akah, Tangkas, Kelurahan Semarapura Kangin, dan Kelurahan Semarapura Kelod Kangin, Kecamatan Klungkung.

Begitu juga ada 7 desa di Kecamatan Banjarangkan, 4 desa di Kecamatan Dawan, dan 5 desa di Kecamatan Nusa Penida.

"Daerah itu kondisi geografisnya berbukit dan rawan terjadinya longsor," ujar Widiada, Selasa (17/10).

Sementara ancaman bencana angin kencang juga dipetakan terjadi sejumlah desa yang ada di daerah pesisir, serta rawan banjir terutama di sejumlah titik di wilayah perkotaan Semarapura.

"Kalau banjir lebih berpotensi di jalan dan juga pohon tumbang di perkotaan," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa, pihak BPBD terus melakukan sosialisasi termasuk memasang rambu-rambu di sejumlah titik yang dinilai rawan bencana.

"Sosialisasi dan imbauan terus dilakukan ke masyarakat. Selain itu juga terus dilakukan pemangkasan pohon-pohon," imbuh Widiada.

Dalam beberapa hari terakhir hampir seluruh Bali diguyur hujan deras. Bahkan di sejumlah lokasi sudah terjadi longsor dan pohon tumbang. Yang terakhir terjadi tanah longsor di Banjar Mekarsari Desa Manistutu Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana. Sejumlah rumah warga dan jalan putus karena tertimbun material. Tak ada korban jiwa. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya