Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa yang melanda daerah itu. Perpanjangan masa tanggap darurat itu dilakukan hingga 25 Oktober 2017.
Sementara Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat ditugaskan untuk mencari tempat untuk merelokasi warga dua desa terdampak gempa bumi.
"Masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari lagi, sambil menanti situasi pulih kembali. Namun, pemerintah hanya memperbolehkan pulang bagi warga desa selain Desa Lamagute dan Desa Waimatan. Warga di dua desa ini masih harus bertahan di pengungsian karena sudah ada hasil kajian BPVMBG bahwa dua desa itu tidak bisa dijadikan lokasi permukiman," ujar Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, di Lembata, Senin (16/10).
Disebutkan, pemulangan pengungsi yang berasal dari 8 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, direncanakan dilakukan Selasa (17/10) besok, tetapi tidak untuk warga Desa Lamagute dan Desa Waimatan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Kabupaten Lembata, Zakarias Paun, menjelaskan, 292 siswa SD dan SLTP yang hingga kini masih mengungsi masih harus menjalani program psikotrauma.
Direncanakan, sebelum memasuki sekolah formal, para siswa itu menjalani program prasekolah formal. Dijawalkan, sekolah formal bagi siswa korban gempa akan dilaksanakan pada 25 Oktober.
"Masa penanganan psikotrauma anak sampai dengan 19, 20, 21, 23, dan 24 oktober, sekolah praformal di masing-masing tempat pengungsian yakni Rujab, Lamahora, dan Waipukang. Rapat bersama tim operasi tanggap darurat sekaligus menginventarisir guru-guru dan anak sekolah yang ada di masing-masing tempat pengungsian. Guru-guru di tempat pengungsian menangani sekolah praformal di tempat pengungsian," ujar Zakarias.
Hingga hari ini, 2.172 pengungsi yang berasal dari 10 desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur masih bertahan di pengungsian. Sementara bantuan kemanusiaan terus mengalir.
PT PLN Persero, Senin, menggelontorkan Rp125 juta untuk membantu korban gempa Lembata. Bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan bayi itu diserahkan General Manager PT PLN NTT, Christyono, bersama Manajer PT PLN Lembata, Tarsisius Homo, kepada Pemkab Lembata untuk diserahkan kepada pengungsi gempa bumi Lembata.
Sebelumnya, bantuan dengan nilai berbeda diberikan oleh menajer KSP Kopdit Obor Mas, Mukhlis Akbar. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved