Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Malang, Jawa Timur, mengajak para ulama, kiai, dan santri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Jatim 2018 mendatang.
"Bersama-sama para ulama, kiai, dan seluruh santri, kita jaga Kabupaten Malang yang aman dan kondusif," kata Kapolres Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Yade Setiawan Ujung, di Malang, Minggu (15/10).
Di hadapan sekitar 30 ribu santri, Kapolres menegaskan Hari Santri Nasional agar dijadikan momentum bersama untuk mempererat silaturahim. Dengan begitu, jasa para pahlawan termasuk ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan, semakin menguatkan semangat kebangsaan di era modern ini.
"Tidak lama lagi, mulai Januari 2018 hingga 27 Juni 2018, kita akan melaksanakan perhelatan besar demokrasi yakni Pilgub Jawa Timur," ujarnya.
Untuk itu, Kapolres sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban di Kabupaten Malang, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
"Jangan ada konflik, jaga toleransi antar dan interen umat serta hindari terjadinya konflik sosial hanya karena perbedaan pilihan," tuturnya.
Dalam memperingati Hari Santri Nasional itu, Kapolres dan jajarannya turut mengikuti jalan sehat sarungan bersama santri, kiai dan ulama. Peserta antusias bersama perwakilan pesantren, warga nahdliyin, kader Muslimat, Fatayat NU, Ansor, Banser, dan anggota Polres Malang di pelataran Stadion Kanjuruhan, Malang.
Pada kesempatan itu, Kapolres mengingatkan kembali semangat perjuangan para ulama dan santri dalam mengusir penjajah Belanda dan sekutunya. Di periode awal kemerdekaan hingga momen Hari Pahlawan 10 November, katanya, ditandai dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad.
Saat itu, sudah difatwakan bahwa berperang melawan penjajah hukumnya fardu ain atau wajib. Akhirnya resolusi itu menjadi motivasi bagi rakyat untuk ikut berjuang melawan penjajah.
"Kalau dulu musuh bersama kita adalah penjajah Belanda dan sekutu. Di era sekarang tantangannya berbeda. Yang menjadi ancaman negara saat ini antara lain konflik sosial, intoleransi, radikalisme dan terorisme yangdapat mengancam keutuhan NKRI," imbuhnya.
Adapun slogan hubbul wathon minal iman atau cinta Tanah Air sebagian dari iman, agar dijadikan penyemangat untuk bersama-sama menjaga NKRI dari segala bentuk ancaman di era modern.
"Jangan mengaku santri dan muslim yang taat dan baik kalau masih mendukung intoleransi, radikalisme, terorisme, dan senang berkonflik antarsesama," tukasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved