Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono, menilai, kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah jauh membaik.
"BUMN sudah lebih profesional dan mampu menghilangkan hambatan birokrasi, sudah dahsyat. Misalnya BRI dan Angkasa Pura menerapkan manajemen kelas dunia," kata dia dalam acara Infobank BUMN Award ke-8 di Yogyakarta, Kamis (12/10).
Dengan status sebagai milik negara, BUMN tentu tidak bisa bergerak secepat swasta. Pasalnya, jika ada kesalahan yang menimbulkan kerugian bisa termasuk kriminal karena merugikan keuangan negara.
Tony menilai, di tengah membaiknya manajemen BUMN, ada tantangan yang dihadapi ke depan, yaitu berkaitan penugasan dari pemerintah yang agak memaksa.
Ia menyontohkan, penugasan yang tidak tepat ialah kereta cepat Jakarta-Bandung. Menurut dia, dari pengalaman negara-negara lain, jarak 140 kilometer terlalu pendek dan tidak visible.
Sementara, Eko B Supriyanto, Pemimpin Redaksi Majalah Infobank dan Direktur Biro Riset Infobank, mengatakan, BUMN saat ini masih menghadapi persoalan klasik yakni adanya intervensi pemilik dan parlemen. Untuk itu, BUMN harus dijauhkan dari kepentingan politik.
"BUMN masih saja dianggap sebagai milik nenek moyangnya," katanya.
Ke depan, lanjut Eko, sebaiknya tidak semua BUMN disamakan harus menyetor dividen ke kas negara sebanyak-banyaknya. Harus ada BUMN yang menjadi pelopor untuk mendorong pembangunan dan tidak semata-mata mencari untung (profit oriented). Saat ini, BUMN masih diminta mengejar bisnis.
"Ada BUMN yang menjalankan misi sebagai public service obligation (PSO), tapi juga dituntut untuk meraih profit sebesar-besarnya. Ini saya kira harus dibenahi," kata dia.
BUMN, kata Eko, juga harus semakin kompetitif agar bisa berdampingan secara sehat dengan korporasi swasta. Sebab BUMN juga harus mendorong swasta untuk juga bisa tumbuh.
"Kritik Kadin (Kamar Dagang dan Industri) tentang banyaknya proyek yang dimakan sendiri oleh BUMN tentu menjadi perhatian kita semua," katanya.
Biro Riset Infobank melakukan pemeringkatan terhadap 166 BUMN atas kinerja keuangan mereka pada 2015-2016. Hasil pemeringkatan tersebut menunjukkan 56 perusahaan berhasil meraih predikat 'sangat bagus', 24 perusahaan 'bagus', 8 'cukup bagus', dan 28 'tidak bagus'. Ada enam BUMN yang tidak dirating karena laporan keuangannya tidak lengkap.
Selain itu, dari 56 BUMN yang berhasil meraih predikat 'sangat bagus'. Ada 26 BUMN yang meraih penghargaan 'Golden Trophy' karena berhasil meraih predikat 'sangat bagus' selama lima tahun berturut-turut.
Dari 56 BUMN peraih Infobank BUMN Award 2017, tiga besar peraih skor tertinggi ialah PT Angkasa Pura II, Perum Jasa Tirta I, dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma. Sementara, dari 26 peraih Golden Trophy, tiga besar peraih skor tertinggi ialah RNI, Perum Bulog, dan Pupuk Indonesia.
Infobank BUMN Award 2017 merupakan ajang pemberian penghargaan tahunan yang dilakukan oleh Majalah Infobank. Tahun ini merupakan tahun kedelapan.
"Pemberian Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Majalah Infobank terhadap BUMN yang mampu meraih kinerja terbaiknya," kata Eko.(OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved