Drone BNPB Gagal Pantau Kawah Gunung Agung

Ruta Suryana
12/10/2017 18:42
Drone BNPB Gagal Pantau Kawah Gunung Agung
(Ist)

PESAWAT nirawak atau drone yang dikerahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) gagal mencapai puncak Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, untuk memantau kawah karena jatuh dan menghantam jembatan.

BNPB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta tim pengendali jarak jauh mencoba menerbangkan pesawat mini tanpa awak jenis Koax 3.0 itu di Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Kamis (12/10), yang termasuk kawasan rawan bencana.

Tim menerbangkan drone sekitar pukul 15.00 Wita pada upaya kedua, tetapi pesawat mini itu jatuh menukik sesaat setelah lepas landas dan menabrak jembatan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, ketika dimintai konfirmasi mengatakan drone itu jatuh karena saat lepas landas terkena batu kerikil dan tidak mendapat kecepatan udara yang sempurna.

"Landasan banyak kerikil kurang ideal untuk lepas landas. Kecapatan saat lepas landas di bawah 60 kilometer per jam," ucapnya.

Rencananya, misi pemantauan kawah Gunung Agung akan tetap dilakukan dengan menggunakan drone yang lain bernama Tawon V tail 1.8.

Sebelumnya, tim telah menerbangkan drone pada Rabu (11/10) kemarin di lokasi yang sama, tetapi kamera pada pesawat tanpa awak itu tidak normal pada ketinggian 1.800 meter sehingga drone mendarat kembali.

Saat itu, lanjut dia, drone tidak ada masalah dan normal dengan kemampuan jelajah hingga ketinggian 3.200 meter.

PVMBG bekerja sama dengan BNPB ingin memetakan kondisi kawah Gunung Agung melalui udara termasuk warna asap yang keluar dari kawah gunung api itu. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya