Karnaval Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kabupaten Buru

Hamdi Jempot
11/10/2017 22:44
Karnaval Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kabupaten Buru
(Dok MI)

DINAS Pariwisata Kabupaten Buru menggelar Karnaval Budaya Nusantara untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Buru dan Festival Pesona Bupolo (FPB) II 2017 yang berlangsung Rabu (11/10) di Kota Namlea.

Karnaval Budaya Nusantara ini dilepas Bupati Buru, Ramly Umasugi, dari depan Kantor Bupati lama di kawasan simpang lima Kota Namlea. Karnaval budaya ini diikuti masyarakat adat, puluhan paguyuban, perkumpulan masyarakat, perwakilan dinas, dan siswa dari sejumlah sekolah di daerah itu.

Setelah melepas karnaval, Bupati yang didampingi Wakil Bupati, Amustafa Besan, Sekda Buru, Ahmad Assagaff, dan Ketua DPRD, Iksan Tinggapy, berjalan kaki bersama ribuan perserta karnaval hingga finis di Pantai Merah Putih Kota Namlea.

Karnaval Budaya Nusantara berlangsung meriah. Setiap peserta menggunakan atribut seperti pakaian adat serta menggunakan replika kendaraan hias daerah masing-masing. Di jalan-jalan yang dilalui, ribuan warga menyambut para peserta karnaval.

Bupati Ramly Umasugi menyatakan, karnaval atau kirab budaya Nusantara ini merupakan bukti nyata kebersamaan hidup masyarakat di Kabupaten Buru. Ia mengungkapkan, di daerahnya terdapat berbagai suku, budaya, ras, golongan, dan agama.

Kabupaten Buru merupakan miniatur Indonesia, masyarakatnya hidup rukun dan damai. "Kirab Budaya Nusantara ini sebagai manifestasi dari rasa kebersamaan kita, di Kabupaten Buru terdapat berbagai suku, budaya, ras, golongan, dan agama, hidup rukun dan damai. Ini menandakan satu keunggulan yang dimiliki Negeri Bupolo (Kabupaten Buru)," kata Bupati.

Ia menyatakan kondisi masyarakatnya yang beragam, hidup rukun dan damai merupakan modal besar untuk membangun Kabupaten Buru. Sementara di daerah lain, menurutnya, sulit ditemukan situasi seperti di Kabupaten Buru. Karena itu, Ramly meminta warganya untuk tetap menjaga dan merawat kebersamaan, tenun kebangsaan, kebinekaan di Kabupaten Buru, serta bersatu padu membangun daerah itu.

"Mungkin di tempat lain hanya ada satu suku atau ras saja, tapi kita di Kabupaten Buru, satu kali buat acara hampir semua suku ada. Dan ini yang harus kita rawat, kita menjaga tenun kebangsaan. Ini menjadi modal besar kita untuk membuat lompatan-lompatan pembangunan, karena dengan modal keberagaman ini akan memicu perkembangan pembangunan," katanya.

Sementara HUT ke-18 Kabupaten Buru tepat jatuh pada Kamis (12/10) besok. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya