Viaduk Kaca Ngalam Indonesia Persatukan Kampung Tematik

Bagus Suryo
11/10/2017 20:48
Viaduk Kaca Ngalam Indonesia Persatukan Kampung Tematik
(ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

JEMBATAN kaca yang menghubungkan Kampung Warna-Warni dengan Kampung Tridi, Kota Malang, Jawa Timur, sudah diresmikan, Senin (9/10).

Viaduk didominasi warna kuning emas, itu panjangnya 25 meter dan lebar 1,25 meter. Mampu menampung 25 orang dengan beban 250 kg. Melintasi Sungai Brantas, sensasinya mirip jembatan kaca di Zhangjiajie, Cina. Mengajak wisatawan untuk menikmati pemandangan dasar sungai dari atas jembatan.

Keberadaannya pun mampu menyatukan dua kelurahan sejak ratusan tahun lalu, bahkan sejak Kota Malang berdiri yang dipisahkan sungai. Setelah digarap selama lima bulan lalu, viaduk kaca Ngalam Indonesia ini akhirnya kelar.

Akses warga pun makin gampang. Tak seperti sebelumnya, harus menaiki puluhan anak tangga dan memutar lewat Jembatan Brantas. Munculnya viaduk kaca menjadi fasilitas baru bagi warga. Sekaligus alternatif bagi pengunjung. Selain mempermudah akses, diharapkan makin merekatkan kekerabatan antarkampung.

Kini, Kelurahan Jodipan dan Kelurahan Kesatrian, tak lagi terpisah. Jembatan kaca pertama di Indonesia itu menjadi pemersatu sejak Kampung Wisata Jodipan (KWJ) atau Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi, makin pupuler.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fauzan, mengatakan pembangunan kampung tematik ini sudah meningkatkan ekonomi warga.

Kedua kampung itu diinisiasi oleh delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, tergabung dalam kelompok praktikum Public Relations (PR) Guys Pro. Mereka memberikan sentuhan KWJ selanjutnya menginspirasi Kampung Tridi, di seberang sungai. Sejak diresmikan September 2016 lalu, dipadati pengunjung.

Dua kampung yang dihubungkan viaduk juga tak bisa dilepaskan dari ide dan dukungan dua mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Didesain oleh Mahatma Aji dan Khoirul, keduanya binaan dosen Lukito Prasetyo. Menariknya, kualitas desain menjuarai Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia Tahun 2015. Untuk pembangunan viaduk, difasilitasi oleh Indana, pemilik produk Mix One.

Keberadaan kampung temarik itu sudah memberikan manfaat luas. Selain mempercantik kota, juga meningkatkan taraf hidup warga. Sektor riil tumbuh di lingkungan sekitar. Warganya pun lebih sehat. Tidak seperti sebelumnya, kumuh.

Wali Kota Malang Mochamad Anton menyatakan Pemkot Malang nantinya tidak ikut campur dalam mengelola kampung tematik. Seluruhnya, diserahkan ke warga. Dengan begitu, keuntungan penuh bisa dinikmati masyarakat. Namun, Wali Kota yang akrab disapa Abah Anton itu mengingatkan, warga diminta tetap menjaga dan merawat kampung agar aman, bersih, indah, asri dan bersahabat bagi wisatawan.

"Pemerintah tidak ikut mengelola, diserahkan penuh ke masyarakat. Pengelolaan yang baik dari masyarakat untuk meningkatkan perekonomian," kata Anton.

Sementara, dosen Teknik Sipil UMM, Lukito Prasetyo, menambahkan, Wali Kota Malang Mochamad Anton sengaja memilih jembatan gantung dengan tambahan kaca sebagai material pijakannya. Sebab, tidak hanya berfungsi penghubung semata, tapi juga memiliki nilai estetika.

"Agar pada malam hari, pijakan jembatan yang terbuat dari kaca dapat memperlihatkan lampu-lampu yang indah," tuturnya.

Sedangkan Vice President Indana, Steven, menjelaskan, tak sedikit biaya dihabiskan untuk pembuatan jembatan kaca. Setidaknya sekitar 6 ton cat, sudah tersalurkan untuk memperindah KWJ dan Kampung Tridi.

"Indana sebagai perusahaan cat asal Malang, akan terus membantu pembangunan di Kota Malang. Wujud kepedulian sosial ini sebagai bentuk terima kasih kami pada warga," ujarnya.

Indana dikenal telah banyak menyelesaikan program CSR. Sebut saja Kampung Hijau Decofresh, Kampung Warna-warni, Kampung Tridi, Kampung Putih, dan mural flyover Arjosari. Saat ini, Indana juga tengah mengerjakan Kampung Arema yang posisinya tepat di barat KWJ dan Kampung Tridi. Berbeda dengan konsep sebelumnya, Kampung Arema identik warna biru di tiap-tiap dinding dan atapnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya