BNPB Lanjutkan Pemantauan Gunung Agung dengan Drone Besok

Arnoldus Dhae
11/10/2017 19:07
BNPB Lanjutkan Pemantauan Gunung Agung dengan Drone Besok
(ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melanjutkan pemantauan melalui udara Gunung Agung menggunakan pesawat tidak berawak atau drone pada Kamis (12/10) setelah sempat mengalami kendala teknis pada kamera.

"Kami akan terus pantau setiap hari selama dibutuhkan," kata Kepala BNPB, Willem Rampangilei, setelah mengadakan pertemuan dengan Kementerian Pariwisata dan pelaku pariwisata di Gedung Bali Tourism Board (BTB) di Denpasar, Rabu (11/10).

Pemantauan perdana menggunakan drone dilakukan pada Rabu ini di kawasan Tulamben, Kecamatan Kubu, yang merupakan zona merah. Namun, pemantauan melalui udara menggunakan drone harus dijadwal ulang karena kamera tidak normal pada ketinggian 1.800 meter sehingga drone
mendarat kembali.

Sebelumnya, BNPB dan PUsat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berencana mengerahkan drone tersebut terbang memutar hingga pada ketinggian 3.200 meter.

BNPB menyebutkan pesawat mini tanpa awak itu dalam keadaan normal dan tidak mengalami kendala hanya kamera yang mengalami masalah teknis. BNPB menyiagakan tiga unit drone yang dikendalikan dari jarak jauh yakni tawon, Koak 3.0, dan multiroter.

Drone multiroter dapat dioperasikan pada ketinggian mencapai 500 meter dan Tawon dan Koak 3.0 untuk ketinggian 4.000 meter dengan jam terbang tiga jam.

PVMBG ingin memetakan kondisi kawah Gunung Agung termasuk terkait warna asap yang keluar dari kawah gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu.

Selain memantau kondisi kawah dan asap, pihaknya juga ingin mengetahui kondisi rekahan di kawah yang sebelumnya diperkirakan sepanjang 100 meter. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya