Hanya 2 Persen Destinasi Bali Terganggu Aktivitas Gunung Agung

Arnoldus Dhae
10/10/2017 22:14
Hanya 2 Persen Destinasi Bali Terganggu Aktivitas Gunung Agung
(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

BALI Tourism Hospitality (BTH) menegaskan, hingga saat ini hanya sekitar 2% destinasi pariwisata Bali yang terganggu dengan peningkatkan aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem sejak dinaikkan statusnya menjadi awas pada 19 September 2017 lalu.

Ketua Divisi III Bidang Media BTH, Dewa Gede Ngurah Byomantara, mengatakan, bila hanya 2% destinasi wisata yang terganggu dengan aktivitas Gunung Agung yang berstatus awas, sesungguhnya masih banyak dan hampir semua destinasi wisata Bali yang layak dan aman dikunjungi.

Namun, karena kemasan informasi yang belum pas maka beberapa waktu lalu telah terjadi pembatalan kunjungan ke Bali yang diprediksi mencapai 20%.

"Naiknya status level IV (Awas) Gunung Agung di Kabupaten Karangasem memberikan efek besar bagi pariwisata di Bali. Hal ini bisa dilihat dari tingkat pembatalan pemesanan kamar hotel dan kunjungan ke Bali mencapai sekitar 15-20%," ujarnya.

Menurutnya, menurunnya tingkat wisatawan ke Bali karena adanya gejala level awas Gunung Agung yang ditetapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, banyaknya berita palsu atau hoaks yang menyampaikan bahwa Gunung Agung sudah erupsi atau jika Gunung Agung meletus efeknya akan mengenai seluruh Bali.

"Dari BNPB radius yang tidak aman itu 12 kilometer dari Gunung Agung, selain dari kawasan itu, kami yakini aman. Untuk itu, kami mencoba memberikan informasi sebanyak mungkin atau menyolisasikan agar imej Bali tetap baik. Seandainya Gunung Agung erupsi tidak akan menjadi bencana dan hal ini kami juga tekankan pada media asing akan kenyataan yang ada di Bali," ucapnya di Denpasar, Selasa (10/10).

Menurut Byomantara, situasi terkait Gunung Agung harus selalu disosialisasikan, karena tidak semua kawasan di Bali masuk kawasan berbahaya. Apalagi di Kuta, Legian, Nusa Dua, dan Sanur merupakan kantong-kantong besar wisatawan yang hampir 70% ada di sana.

"Sesuai dari informasi BNPB, 98 persen kawasan wisatawan itu masih aman. Hanya 2 persen yang masuk rawan, itu hanya daerah Besakih, Tulamben. Wisata Tirta Gangga dan Candi Dase itu masih daerah aman. Jadi di daerah lain seperti Kuta, Nusa Dua, Sanur yang jaraknya 70 kilometer itu masih jauh dan itu benar aman buat wisatawan," imbuhnya.

Terkait tingkat pembatalan wisatawan yang belibur di Bali, menurut dia, memang ada meski dia belum bisa memberikan data akurat.

"Kami baru memprediksi berkisar 15 sampai 20%, tapi prinsip pemerintah Indonesia berusaha menyakinkan bahwa sebagian besar Bali masih aman. Data itu kami dapatkan kemarin, tetapi tidak seluruhnya, ada sekitar 15 sampai 20% yang batal tapi masih belum akurat," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya